Duh, Pramono Sebut Kerugian Jakarta Usai Demo Capai Rp 55 Miliar

0 Shares

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan kerugian terkait kerusakan fasilitas umum di Jakarta pasca aksi demonstrasi yang ricuh mencapai Rp 55 miliar.

Pramono menjelaskan, kerugian tersebut terbagi dari sejumlah kerusakan yang disebabkan oknum massa yang dengan sengaja melakukannya.

“Kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar Rp 3,3 miliar. Transjakarta kurang lebih Rp 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya 5,5 miliar. Sehingga total kerusakan ada Rp 55 miliar,” kata Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota, sebagaimana dikutip Holopis.com, Senin (1/9).

Pramono mengungkapkan adanya 22 halte yang mengalami kerusakan akibat dari aksi demonstrasi ricuh pada waktu lalu. Dimana sebanyak 6 halte yang terbakar dan dijarah, serta 16 halte lainnya juga dirusak saat aksi unjuk rasa tersebut.

“Akibat unjuk rasa ada 22 halte Transjakarta baik BRT maupun non BRT serta satu pintu tol yang terdampak. Dari sejumlah tersebut, 6 halte terbakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan kemudian dilakukan corek-corek vandalisme dan sebagainya,” jelasnya.

Meski begitu, kata Pramono, sejak beberapa hari lalu sudah mulai dilakukan perbaikan yang diperkirakan selesai pada tanggal 8-9 September mendatang.

“Saudara-saudara sekalian, seluruh halte yang dirusak tersebut mulai dari hari Sabtu kemarin sudah melakukan pembersihan dan segera akan kita lakukan perbaikan. Mudah-mudahan baik yang rusak sedang, rusak berat akan bisa kita selesaikan tanggal 8 atau 9 September,” terangnya.

Selain itu, Pramono mengakui bahwa kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggratiskan layanan MRT dan Transjakarta selama satu minggu membutuhkan anggaran sebesar Rp 18 miliar.

“Selain itu saudara-saudara sekalian, kita harus memberikan subsidi transportasi karena gratis tadi kurang lebih Rp 18 miliar sampai dengan seminggu ini,” tuturnya.

Selain itu, ia sempat menjelaskan mengenai pasokan pangan di Jakarta sangat memadai hingga akhir Oktober mendatang apabila tidak ada hal-hal yang tak terduga terjadi.

“Sehingga dengan demikian, saudara-saudara sekalian, dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan kemarin sempat beredar rumor bahwa pangan akan menjadi masalah. Di Jakarta pangan cukup bahkan sampai dengan Oktober akhir kalau tidak ada sesuatu pangan di Jakarta sangat mencukupi,” pungkasnya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Fitri Handayani
Tim Penulis & Editor
Fitri Handayani

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU