Bursa Saham Asia Tertekan Imbas Yield US Treasury Tembus Level Tertinggi 2 Dekade

0 Shares

Jika harga minyak bertahan pada level tinggi, tekanan inflasi global berpotensi kembali meningkat. Kondisi tersebut dapat membuat bank sentral semakin berhati-hati dalam memangkas suku bunga.

Dengan demikian, pasar kini menghadapi kombinasi tekanan dari dua arah, yakni meningkatnya biaya pendanaan akibat tingginya yield obligasi AS dan potensi kenaikan inflasi akibat harga energi.

Sentimen negatif tersebut sebelumnya juga telah tercermin di Wall Street pada perdagangan Rabu (7/10).

Indeks S&P 500 turun 0,2 persen, sementara Nasdaq 100 melemah 0,2 persen. Adapun Dow Jones Industrial Average terkoreksi lebih dalam sebesar 0,7 persen.

Indeks Russell 2000, yang merepresentasikan saham-saham berkapitalisasi kecil, juga turun sekitar 1 persen.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU