Anya pun sempat bertemu dengan ular yang digunakan untuk produksi ketika proses syuting berlangsung di Tegal.
Salah satu jenis ular yang digunakan disebut merupakan ular pohon.
Hewan tersebut punya kecenderungan terus bergerak ke arah atas ketika berada di tubuh manusia.
“Ular pohon itu punya kecenderungan di mana kalau dia kita lilitin di badan kita atau di mana pun dia akan selalu nyari jalan ke atas. Karena dia biasa di pohon,” kata Anya.
Kondisi ini membuat Anya harus menyesuaikan gerakannya dengan respons ular.
Jadi, bukan cuma hafal dialog dan blocking, tetapi juga harus memahami kapan hewan tersebut bergerak.
Pengalaman Anya makin menarik ketika ia berkenalan dengan Albert, salah satu ular yang terlibat dalam proses syuting.
Sebelum adegan dimulai, pawang memberikan informasi mengenai karakter Albert.
Ular tersebut disebut cukup mudah terkejut sehingga Anya diminta berhati-hati saat bergerak.
“Si Albert ini tuh juga punya karakteristiknya sendiri, layak manusia lah. Ada personality-nya gitu. Nah kebetulan si Albert ini tipe yang kagetan,” tutur Anya.
Anya kemudian berusaha menjaga gerak tubuhnya agar tidak membuat Albert kaget.
Pada saat yang sama, ia tetap harus memainkan karakter Dewi sesuai kebutuhan adegan.
Situasi tersebut ternyata bisa dilewati tanpa kendala berarti.



