HOLOPIS.COM, JAKARTA – Purbaya lengser mendadak dari Menkeu. Di balik mutasi besar-besaran Kemenkeu, nama bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI ikut terseret.
Purbaya digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Namun, di balik pergantian mendadak tersebut, muncul cerita mengenai gejolak internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Sejumlah petinggi di lingkungan Kemenkeu disebut-sebut menjadi bagian dari dinamika yang berujung pada lengsernya Purbaya.
Menurut sumber itu, gejolak internal menguat setelah Purbaya melakukan mutasi besar-besaran terhadap ratusan pejabat Kemenkeu.
Mutasi tersebut terutama menyasar lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dua unit yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan penerimaan negara.
Langkah Purbaya disebut mendapat penolakan dari internal Kemenkeu.
Nama Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama turut disebut dalam informasi tersebut.
Sumber itu bahkan mengklaim Bimo meminta pegawai pajak tetap bekerja seperti biasa dan tidak menghiraukan langkah Purbaya.
“Pak Bimo sendiri meminta para pegawai pajak untuk tidak menghiraukan langkah Purbaya, dan meminta bekerja seperti biasanya saja,” ujar sumber tersebut.
Tak berhenti di situ. Konflik internal tersebut juga dikaitkan dengan kelompok yang oleh sumber disebut sebagai “Geng SMI”, merujuk pada Sri Mulyani Indrawati.
Menurut sumber tersebut, sejumlah pegawai Kemenkeu yang dianggap dekat dengan Sri Mulyani disebut tidak nyaman dengan berbagai perubahan yang dilakukan Purbaya.
Persoalan itu disebut bermula setelah Purbaya melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat Kemenkeu.



