Menurut Hermawan, harga di PIBC menjadi salah satu indikator kondisi di lapangan.
Harga beras premium dari petani yang berada di kisaran Rp14.200 per kilogram masih lebih rendah dibandingkan HET Rp14.900 per kilogram.
“Buktinya yang di PIBC produsen ke ini jualnya Rp14.200 (per kg),” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah memastikan cadangan beras masih tersedia dalam jumlah besar.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di Bulog saat ini disebut mencapai sekitar 4,2 juta ton.
Jumlah tersebut diperkirakan masih berada di kisaran 3,4-3,6 juta ton hingga akhir 2026.
“Nggak ada masalah. Ketersediaan ada, cukup sampai akhir tahun juga pun diperkirakan cadangan beras pemerintah masih sebesar 3,4 atau 3,6 juta ton,” kata Hermawan.
Pemerintah juga terus memperkuat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan untuk menjaga pasokan di pasar.
Khusus Jakarta, beras SPHP disalurkan melalui sejumlah jalur, mulai dari pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), Gerakan Pangan Murah, ritel modern hingga toko kelontong.
PT Food Station Tjipinang Jaya disebut telah menyalurkan SPHP melalui 128 outlet terverifikasi. Jumlah titik distribusi itu akan diperluas hingga lebih dari 200 outlet.
Pemerintah meminta masyarakat tidak panik hanya karena beras premium sulit ditemukan di sebagian ritel modern.
Selain stok yang disebut masih tersedia, datangnya musim hujan juga diharapkan mendorong kembali aktivitas tanam padi pada Oktober hingga Desember.
Hermawan mengatakan kondisi tersebut berpotensi membuat produksi padi kembali meningkat seiring berlangsungnya musim tanam.



