HOLOPIS.COM, JAKARTA – NOC Indonesia mengerahkan dua Safeguarding Officer tersertifikasi untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan kontingen tim Indonesia di Asian Games 2026.
Dua Safeguarding Officer tersebut yaitu Tabitha Sumendap dan Dr. Sophia Hage yang telah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi Safeguarding Officer dari Safe Sport Commission Singapore.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas NOC Indonesia dalam menerapkan prinsip safe sport, perlindungan, inklusivitas, dan penghormatan terhadap hak serta martabat setiap individu di lingkungan olahraga.
Selama Asian Games, kedua Safeguarding Officer akan memberikan edukasi, pendampingan, panduan awal, serta membantu koordinasi apabila terdapat persoalan terkait keselamatan, perlindungan, atau kesejahteraan para atlet maupun official. Untuk memastikan akses yang mudah, Safeguarding Officer akan mobile baik itu ke venue pertandingan maupun Athlete Village (AV).
“Safeguarding bukan hanya tentang menangani ketika terjadi sesuatu yang salah, tetapi membangun budaya olahraga yang mengedepankan keselamatan, rasa hormat, martabat, dan kesejahteraan setiap individu,” ujar Tabitha, Safeguarding Officer NOC Indonesia, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Menurut Tabitha, penugasan di Aichi-Nagoya menjadi kesempatan untuk menerapkan praktik safe sport dalam kompetisi internasional sekaligus memperkaya pengalaman yang dapat dikembangkan di Indonesia.
Melalui penugasan dua Safeguarding Officer tersertifikasi ini, NOC Indonesia menegaskan bahwa prestasi dan perlindungan atlet harus berjalan beriringan. Keberhasilan olahraga Indonesia tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan kompetisi yang aman, inklusif, sehat, dan menghormati setiap insan olahraga.
“Kami ingin safeguarding menjadi budaya, bukan sekadar prosedur. Apa yang kami praktikkan dan pelajari di Aichi-Nagoya akan menjadi bagian dari pengembangan kapasitas yang lebih luas menuju LA 2028,” tambah Tabitha.
Sementara itu, Dr. Sophia Hage, yang juga bertugas sebagai Medical Doctor Tim Indonesia sekaligus anggota Safeguarding Taskforce NOC Indonesia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan, dan athlete welfare.
“Sebagai dokter dan Safeguarding Officer, saya melihat kesehatan dan keselamatan atlet bukan hanya persoalan medis. Atlet juga harus merasa aman, dihormati, didengar, dan terlindungi dalam lingkungan olahraga,” ungkap Sophia.
Program safeguarding ini merupakan bagian dari komitmen komisi Sports for All NOC Indonesia untuk membangun ekosistem olahraga yang aman, sehat, inklusif, dan bermartabat. Sebab, NOC Indonesia memandang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak hanya sebagai arena pencapaian prestasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju LA 2028, dengan memperkuat athlete welfare, integritas, tata kelola, serta budaya saling menghormati dalam olahraga Indonesia.




