Kholid mengungkapkan, isu mengenai hubungan khusus antara kedua oknum tenaga pendidik tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan di lingkungan sekolah.
Sejumlah guru dan karyawan disebut telah mengetahui adanya kedekatan antara keduanya.
Bahkan, isu tersebut akhirnya mendorong adanya pemasangan kamera pengawas atau CCTV.
“Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar,” ujarnya.
Tak hanya menjadi sorotan karena dilakukan di lingkungan sekolah, kasus tersebut juga mencuat lantaran kedua oknum yang terlibat diketahui telah memiliki pasangan dan menjalani kehidupan rumah tangga masing-masing.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan langsung mengambil tindakan setelah mengetahui adanya rekaman tersebut.
Oknum kepala sekolah telah dicopot dari jabatannya dan ditarik untuk menjalankan tugas di lingkungan dinas.
Sementara itu, guru yang diduga terlibat telah dipindahkan ke lokasi tugas lain.
Meski demikian, sanksi terhadap keduanya belum tentu berhenti sampai di situ.
Kholid mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dan rekomendasi pimpinan daerah terkait sanksi lanjutan yang akan diberikan.
“Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya,” katanya.
Kasus viral ini pun menjadi perhatian publik karena melibatkan dua tenaga pendidik yang seharusnya menjadi panutan, khususnya bagi para siswa.
Pihak Disdikbud Kabupaten Pekalongan berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh insan pendidikan agar senantiasa menjaga perilaku dan etika, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.



