HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aksi three finger salute hingga poster perlawanan mewarnai AMI Awards. Kunto Aji akhirnya mengungkap alasan musisi bebas melontarkan kritik.
Panggung Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 mendadak menjadi sorotan setelah sejumlah musisi terang-terangan menyampaikan kritik sosial dan politik.
Bukan sekadar menerima penghargaan, mereka justru memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan keresahan masyarakat melalui simbol perlawanan yang langsung ramai diperbincangkan.
Aksi three finger salute hingga kemunculan poster tiga warna menjadi pemandangan yang mencuri perhatian.
Sikap para musisi itu pun memancing beragam reaksi warganet.
Banyak yang memberikan dukungan karena menilai panggung penghargaan musik juga bisa menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi.
Namun, ada satu hal yang membuat publik penasaran.
Bagaimana para musisi bisa begitu leluasa menyampaikan kritik di acara besar yang turut dihadiri pejabat pemerintah, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon?
Musisi Kunto Aji akhirnya memberikan penjelasan.
Ia membongkar alasan mengapa para penampil di AMI Awards bisa menyampaikan pendapat secara terbuka tanpa harus khawatir dibatasi penyelenggara.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Kunto Aji menegaskan bahwa AMI Awards bukan acara yang secara langsung berada di bawah kendali pemerintah.
Menurutnya, ajang penghargaan musik tersebut diselenggarakan secara independen oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI).
Karena itu, penyelenggara memberikan kebebasan kepada para musisi untuk mengekspresikan pandangan masing-masing.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!