Terungkap Awal Mula Kericuhan Maulid di Pidie, Bendera Bulan Bintang Jadi Pemicu

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perayaan Maulid Nabi di Pidie, Aceh, mendadak berubah ricuh. Pengibaran Bendera Bulan Bintang menjadi awal ketegangan hingga berujung korban jiwa.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), mendadak berubah menjadi insiden berdarah.

Kericuhan yang melibatkan warga dan personel TNI itu dipicu persoalan pengibaran Bendera Bulan Bintang hingga berujung jatuhnya korban jiwa.

Seorang warga bernama Abzalul Rizal (20), warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, meninggal dunia setelah mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen, tetapi nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.

Selain korban meninggal, belasan warga mengalami luka-luka.

Enam personel TNI juga dilaporkan terluka akibat bentrokan yang terjadi di lokasi acara.

Lantas, bagaimana awal mula perayaan Maulid Nabi yang seharusnya berlangsung khidmat itu berubah menjadi kericuhan?

Berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono, persoalan bermula ketika prajurit TNI mendapati Bendera Bulan Bintang berkibar dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi.

Petugas kemudian mendatangi panitia penyelenggara untuk meminta agar bendera tersebut diturunkan.

Pendekatan komunikasi secara persuasif sempat dilakukan guna menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan keributan.

Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan.

Panitia disebut tetap bersikeras mempertahankan bendera yang telah dikibarkan di lokasi acara.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama