Herman Khaeron Sebut Demokrat Sejak Awal Waspadai Dugaan Penyadapan Tokoh Politik

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengungkapkan bahwa partainya sejak awal telah memiliki asumsi mengenai kemungkinan penyadapan terhadap sejumlah tokoh politik. Meski demikian, Demokrat memilih bersikap waspada tanpa menuduh pihak tertentu terlibat.

Herman mengatakan, dugaan penyadapan tersebut menjadi perhatian partainya. Ia menegaskan Demokrat tidak ingin berprasangka, tetapi tetap mengantisipasi kemungkinan adanya tindakan tersebut.

“Kami sejak awal mengasumsikan memang ada penyadapan itu, gitu ya. Dan kami tidak ingin suuzan sebetulnya tetapi ya kita berasumsi saja waspada bahwa itu bisa dilakukan,” kata Herman dalam keterangannya saat doorstop di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senayan, Rabu (4/11/2026).

Menurut Herman, penyadapan yang dilakukan tanpa mengikuti prosedur perundang-undangan merupakan persoalan serius. Terlebih, jika dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto terbukti, perkara tersebut dinilainya harus mendapat penanganan hukum secara transparan.

“Karena bagaimanapun penyadapan tanpa melalui prosedur perundang-undangan tentu ini adalah kejahatan besar. Bahkan kalau benar ternyata Presiden disadap ya ini menurut saya kategori kejahatan yang sangat besar,” katanya.

Ia juga berharap proses penanganan perkara oleh kepolisian dapat dibuka kepada publik. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penyelidikan, termasuk dugaan penyadapan terhadap tokoh politik maupun kelompok masyarakat lainnya.

“Ini harus melalui proses-proses yang lebih transparan supaya publik juga tahu ya,” lanjutnya.

Herman turut menyinggung informasi mengenai dugaan penyadapan terhadap sejumlah tokoh politik, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swadaya masyarakat yang ramai diberitakan di media sosial. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap dugaan tersebut melalui proses penyelidikan.

“Dan kalaupun toh kemudian juga ada indikasi menyadap seluruh tokoh-tokoh politik, tokoh ormas LSM yang saya kira ini menjadi pemberitaan di media sosial gitu ya mudah-mudahan nanti Kepolisian bisa mengungkapkan itu, gitu ya,” ujarnya.

Terkait kemungkinan Partai Demokrat turut menjadi sasaran penyadapan, Herman mengatakan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Ia memilih menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum mengambil kesimpulan.

“Ya, kita berasumsi itu ya sehingga juga kita waspadalah gitu ya. Kalaupun toh kemudian masih ada hal-hal yang disadap juga ya nanti kita lihat saja hasil penyelidikan apakah juga ada menyadap Partai Demokrat gitu. Jadi nanti kita lihat saja,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Nur Aisah Zamil
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Nur Aisah Zamil, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU