HOLOPIS.COM, KOTA BATU — Kawasan wisata Jawa Timur Park 1 kembali memperkaya destinasi edukasi dan budayanya melalui kehadiran pameran serta museum Srimulat yang terintegrasi di dalam area Mega Science Center dan Budaya, Kota Batu, Jawa Timur.
Destinasi wisata baru ini menghadirkan ruang memorabilia khusus yang didedikasikan untuk merekam jejak perjalanan grup lawak legendaris Srimulat yang telah mewarnai industri hiburan Tanah Air selama puluhan tahun.
Kehadiran museum ini dirancang untuk menjangkau wisatawan dari pelbagai generasi, mulai dari penikmat sejarah komedi klasik hingga generasi muda yang ingin mengenal akar perkembangan seni pertunjukan humor di Indonesia.
Penyelenggaraan pameran budaya ini terwujud atas kerja sama strategis antara pengelola destinasi wisata, Museum Gubug Wayang Mojokerto, serta keluarga besar almarhum Teguh Srimulat selaku pendiri grup seni pertunjukan tersebut.
Kolaborasi tersebut memungkinkan pengumpulan ratusan koleksi barang peninggalan asli para personel Srimulat yang sebelumnya tersimpan rapi di berbagai museum dan koleksi pribadi keluarga.
Pengunjung yang melangkahkan kaki ke zona ini langsung disuguhkan dengan atmosfer nostalgia lewat penataan interior yang menyerupai panggung pertunjukan keliling khas Srimulat pada masa kejayaannya.
Di dalam museum, wisatawan dapat menyaksikan koleksi arsip bersejarah berupa naskah lakon tulisan tangan asli yang dahulu digunakan oleh para komedian sebelum naik ke atas panggung pertunjukan.
Selain naskah drama komedi, dipajang pula jajaran foto dokumentasi hitam putih yang merekam aktivitas para anggota Srimulat di balik panggung maupun saat beraksi mengocok perut penonton.
Koleksi artefak pendukung seperti kaset pita rekaman audio pertunjukan masa lalu, spanduk pengumuman acara gaya klasik, hingga replika loket tiket pertunjukan turut dipamerkan untuk memperkuat nuansa sejarah.
Para pengunjung juga dapat melihat dari dekat busana panggung ikonik serta properti pertunjukan unik yang pernah dipakai oleh para maestro komedi ternama Tanah Air.

Inovasi penataan ruang visual dan audio interaktif juga dihadirkan agar pengalaman berwisata sejarah hiburan terasa lebih hidup dan tidak membosankan bagi pengunjung anak-anak maupun remaja.
Tak hanya berfungsi sebagai museum pasif, area ini juga dirancang sebagai pusat kegiatan seni budaya yang menghidupkan kembali ekosistem seni pertunjukan di kawasan Jawa Timur.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!