Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menduga kasus penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah petinggi Polri berpotensi berkaitan dengan kepentingan politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jerry bahkan menduga praktik penyadapan tersebut tidak semata-mata merupakan inisiatif para jenderal yang terlibat, melainkan bisa saja dijalankan atas perintah pihak yang memiliki kepentingan politik tertentu, termasuk Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Jerry setelah Bareskrim Polri menetapkan Listyo Sigit, Irjen Ahrie Sonta, dan Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, pejabat negara, tokoh politik, hingga sejumlah elemen masyarakat pada Selasa (3/11/2026).
“Saya kira penyadapan ini yang perintahkan Jokowi siapa lagi, lantaran dia punya kepentingan,” kata Jerry dalam keterangannya Selasa malam.
Menurut Jerry, perkembangan perkara tersebut berpotensi membuka sejumlah persoalan politik yang selama ini menjadi sorotan publik, termasuk dugaan keterkaitan kekuasaan dalam penanganan perkara-perkara yang melibatkan keluarga Jokowi.
Ia menilai, apabila proses hukum terhadap Listyo Sigit terus berkembang, bukan tidak mungkin perhatian publik juga akan mengarah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Jokowi.
“Bisa jadi Jenderal Listyo Sigit tersangka akan diikuti pemilik Suket palsu Gibran dan dugaan ijazah palsu Jokowi lantaran semua kasus ini ditangani di rezim Kapolri Listyo Sigit,” ujarnya.
Jerry kemudian membandingkan situasi tersebut dengan peristiwa politik di Pakistan pada 1999, ketika Jenderal Pervez Musharraf mengambil alih kekuasaan dari Perdana Menteri Nawaz Sharif.
Ia menilai terdapat kemiripan dalam konteks hubungan antara pemimpin pemerintahan dengan sosok yang sebelumnya dipercaya menduduki jabatan strategis militer.
“Saya pikir ini pengkhianatan terbesar seperti Jenderal Pervez Musharraf terhadap PM Pakistan Nawaz Sharif tahun 1999 lalu. Padahal Musharraf diangkat oleh PM Nawaz sebagai KASAD,” ungkapnya.
Dugaan Keterlibatan Lingkaran Jokowi
Lebih jauh, Jerry menyinggung beberapa kali pertemuan Jokowi bersama Gibran dan Iriana dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia menduga pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya mempertahankan posisi Listyo Sigit.
“Pantas saja tiga kali Jokowi, Gibran dan Iriana datang menemui Prabowo agar Listyo tak dipecat,” katanya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!