Jerry Massie Duga Penyadapan Listyo Sigit atas Perintah Jokowi, Gibran Ikut Terseret?

Jerry Massie P3S menduga kedekatan Jokowi dengan Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu alasan di balik operasi penyadapan Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto.

1 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Jerry juga menilai penanganan perkara penyadapan tersebut berpotensi membuka informasi yang selama ini belum terungkap, termasuk kesaksian sejumlah mantan pejabat pemerintahan yang pernah terseret perkara korupsi dan menyebut nama Jokowi.

Menurutnya, penyidikan juga perlu mendalami kemungkinan adanya hubungan antara aktivitas penyadapan dengan dinamika politik dan dugaan upaya makar terhadap pemerintahan Prabowo.

“Kotak pandora sudah terkuak dan semua kesaksian menteri yang korupsi yang menyebut nama Jokowi bisa terkuak. Dan sadapan kasus-kasus yang melibatkan upaya makar bisa jadi akan terungkap,” tuturnya.

Jerry bahkan menduga Jokowi dan sejumlah orang dekatnya berpotensi memiliki keterkaitan dengan skenario politik yang ditujukan untuk melemahkan pemerintahan Prabowo.

Ia turut menyinggung pertemuan Jokowi dengan sejumlah relawannya, termasuk Budi Arie Setiadi, sebagai bagian dari dinamika politik yang menurutnya perlu dicermati.

“Saya yakin Jokowi is game over dan Prabowo mulai sadar dan terbuka mata siapa sebetulnya Jokowi yang licik dan culas,” ucap Jerry.

Desak Evaluasi Orang Dekat Jokowi

Dalam pandangannya, perkembangan kasus penyadapan tersebut harus menjadi momentum bagi pemerintahan Prabowo untuk mengevaluasi keberadaan orang-orang yang dinilainya memiliki kedekatan politik dengan Jokowi di lingkungan pemerintahan.

Jerry juga meminta agar jabatan strategis di lingkaran pertahanan dan keamanan menjadi perhatian, termasuk posisi Panglima TNI.

“Saya prediksi akan banyak Jenderal geng Solo akan ditetapkan tersangka. Harusnya orang-orang dekat Jokowi disingkirkan dari istana dan Panglima TNI harus segera diganti karena dia bagian Jokowi juga,” tegasnya.

Ia menilai pengusutan perkara penyadapan tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka terhadap tiga jenderal Polri. Penyidik, menurutnya, perlu menelusuri siapa pihak yang memberikan perintah, apa motif di balik penyadapan, serta kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat.

Sementara itu, Bareskrim Polri dalam keterangannya menyebut dugaan penyadapan ilegal berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026. Penyidik menduga penyadapan dilakukan tanpa prosedur resmi dan tidak berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Kasus tersebut kini memasuki proses hukum setelah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun dugaan keterlibatan Jokowi maupun pihak lain sebagai pemberi perintah masih merupakan spekulasi Jerry Massie yang memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyidikan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU