Isu pengamanan sejumlah jenderal Polri mencuat, Said Didu kembali mengungkit prediksi pertarungan Geng SOP vs Hambalang yang disebutnya mencapai ronde terakhir pada Oktober 2026.
Kabar dugaan pengamanan sejumlah jenderal kepolisian memunculkan tanda tanya besar mengenai situasi di tubuh Polri.
Di tengah simpang siur informasi mengenai pemeriksaan petinggi kepolisian dan dugaan penyadapan Istana, pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu kembali melontarkan pernyataan kontroversial tentang persaingan dua kelompok yang disebutnya sebagai Geng SOP dan Hambalang.
Said Didu mengingatkan bahwa dirinya pernah memprediksi Oktober 2026 akan menjadi babak penentuan dalam perseteruan kedua kelompok tersebut.
Pernyataan itu kembali disampaikan melalui akun X miliknya pada Selasa (3/11/2026), ketika isu yang menyeret sejumlah petinggi Polri sedang ramai diperbincangkan.
Menurut Said Didu, pertarungan antara Geng SOP dan Hambalang telah memasuki fase terakhir pada Oktober lalu.
“Seperti saya katakan beberapa waktu lalu bahwa bulan Oktober adalah ronde terakhir Geng SOP vs Hambalang,” tulisnya.
Sebutan Geng SOP merupakan istilah yang digunakan Said Didu untuk menggambarkan kelompok Solo, Oligarki, dan Parcok yang diasosiasikannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Adapun Hambalang merujuk pada kelompok Presiden Prabowo Subianto.
Menariknya, Said Didu turut menghubungkan prediksinya dengan pergantian pimpinan tertinggi kepolisian yang berlangsung pada awal Oktober 2026.
Ia menilai perubahan posisi Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo kepada Suyudi Ario Seto berkaitan dengan keberhasilan mengantisipasi dugaan sabotase yang ditudingkannya melibatkan Geng SOP.
“Untung Hambalang tidak terlambat ganti Kapolri sehingga kejadian sabotase Geng SOP bisa diatasi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menambah perhatian publik terhadap isu yang belakangan berkembang di lingkungan kepolisian.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!