Warga Dayak Geruduk PLBN Aruk, Lima Petugas Bea Cukai Dibawa ke Bengkayang, Ini Pemicunya

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, BENGKAYANG – Situasi PLBN Aruk memanas setelah sekitar 100 warga Dayak mendatangi lokasi dan membawa lima petugas Bea Cukai ke Bengkayang. Apa pemicunya?

Ketegangan terjadi di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Sekitar 100 warga yang diduga berasal dari masyarakat Dayak mendatangi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia hingga membawa lima petugas Bea Cukai ke Kabupaten Bengkayang, Senin (2/11/2026) malam.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.

Kedatangan massa diduga dipicu ketidakpuasan warga terhadap cara petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang bawaan terhadap masyarakat yang hendak melintas ke Sarawak, Malaysia.

Insiden bermula sekitar pukul 14.30 WIB ketika empat warga negara Indonesia (WNI) tiba di PLBN Aruk untuk melakukan perjalanan ke Malaysia.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan keimigrasian, mereka diarahkan menjalani pemeriksaan fisik barang bawaan oleh petugas Bea Cukai.

Namun, proses pemeriksaan tersebut justru memicu persoalan.

Salah seorang warga bernama Michael disebut bersedia mengikuti prosedur pemeriksaan.

Sementara tiga orang lainnya menolak dan melayangkan protes karena merasa tidak nyaman dengan tindakan petugas.

Ketiganya kemudian memutuskan membatalkan perjalanan dan meninggalkan kawasan PLBN Aruk.

Persoalan yang awalnya melibatkan empat warga itu kemudian berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

Sekitar pukul 17.00 hingga 18.30 WIB, puluhan warga mulai berdatangan ke kawasan perbatasan untuk mencari petugas yang dianggap memperlakukan pelintas secara tidak menyenangkan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU