Warga Dayak Geruduk PLBN Aruk, Lima Petugas Bea Cukai Dibawa ke Bengkayang, Ini Pemicunya

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Polisi memastikan kelima petugas Bea Cukai berada dalam kondisi aman dan sehat selama bersama warga.

Jaminan keselamatan itu juga disampaikan Michael Mabia melalui unggahan di media sosial.

“Selamat pagi rekan-rekan semua untuk keamanan dan keselamatan mereka berlima anggota Bea Cukai yang kami bawa dari PLBN Aruk, kami jamin dalam kondisi baik-baik saja,” tulis Michael.

Persoalan di PLBN Aruk tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.

Bagi sebagian masyarakat Dayak yang tinggal di wilayah Sambas dan Bengkayang, hubungan dengan warga di Sarawak, Malaysia, sudah terjalin sejak lama.

Ikatan keluarga dan kekerabatan lintas negara membuat aktivitas melintas batas menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selain bersilaturahmi dan berdagang, sebagian warga juga melintasi perbatasan untuk mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia yang dinilai lebih terjangkau.

Kondisi tersebut membuat pelayanan di PLBN memiliki arti penting bagi masyarakat setempat.

Prosedur pemeriksaan yang berlaku bagi pelintas batas pun dapat bersinggungan dengan kebiasaan dan kebutuhan warga.

Di tengah ketegangan yang terjadi, Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang di Bengkayang, Arman Tarmidzi, turut menjadi sorotan terkait potensi resistensi masyarakat dalam pelaksanaan penegakan aturan kepabeanan di lapangan.

Sementara itu, pengelola PLBN Aruk mengumumkan perubahan jam operasional pelayanan pada Selasa (3/11/2026).

Dalam pengumuman yang beredar, jam buka pelayanan ditetapkan pukul 10.30 WIB atau 11.30 waktu Malaysia, sedangkan jam tutup pukul 16.00 WIB atau 17.00 waktu Malaysia.

Perubahan tersebut dinyatakan hanya berlaku pada tanggal 3 November 2026.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU