Aparat gabungan TNI, Polri, dan Brimob yang berada di lokasi sempat menghadapi kedatangan massa dalam jumlah besar.
Diperkirakan sekitar 100 orang merangsek masuk ke kawasan Wisma Nusantara di kompleks PLBN Aruk.
Massa disebut mencari petugas yang sebelumnya terlibat dalam pemeriksaan terhadap warga.
Namun, petugas yang dimaksud tidak ditemukan di lokasi.
Situasi semakin memanas hingga akhirnya lima pegawai Bea Cukai yang masih berada di kawasan tersebut dibawa massa menuju Kabupaten Bengkayang sekitar pukul 19.45 WIB.
Kelima petugas itu masing-masing bernama Boy Haris Bambang Purwadi, Reza Rizki Wahyu Pradana, Pillar Pitoyo, Kiki Shihabudin Marshanda, dan Sulistyo Wahyu Tri Atmojo.
Ramainya video kejadian tersebut memunculkan narasi bahwa lima petugas Bea Cukai disandera warga.
Namun, Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo memberikan penjelasan berbeda.
Ia menegaskan bahwa kelima petugas tersebut dibawa warga untuk menjalani mediasi, bukan untuk disakiti.
“Nggak disandera. Dibawa biar mau dimediasi saja,” kata Sanny saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut dipicu kesalahpahaman komunikasi antara masyarakat perbatasan dan petugas Bea Cukai mengenai standar operasional prosedur (SOP) pemeriksaan kepabeanan.
Warga diduga merasa cara pemeriksaan yang dilakukan petugas terlalu keras sehingga menimbulkan anggapan bahwa mereka diperlakukan seperti orang yang melakukan pelanggaran hukum.
Meski demikian, dugaan perlakuan tidak menyenangkan tersebut belum disertai laporan resmi yang menjelaskan secara terperinci apa yang terjadi selama pemeriksaan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!