Ketua KPK Dorong Film Antikorupsi Masuk Bioskop

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mendorong agar film-film pendek hasil Festival Film Antikorupsi (ACFFEST) 2026 dapat ditayangkan di jaringan bioskop komersial, seperti XXI dan CGV. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi antikorupsi kepada masyarakat.

Setyo menilai film pendek hasil karya sineas memiliki pesan penting yang perlu menjangkau lebih banyak penonton. Menurutnya, kampanye antikorupsi melalui film tidak seharusnya berhenti pada kegiatan festival atau pemutaran di lingkungan KPK.

“Saya minta jurus-jurus terutama dari Pak Naswardi, gimana caranya film itu bisa masuk di studio XXI, bisa masuk di studio apa yang lain-lain lah ya,” kata Setyo saat membuka Festival Film Antikorupsi (ACFFEST) 2026 di Auditorium Randi Yusuf, Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, dikutip Holopis.com, Selasa (3/11).

Ia bahkan mengusulkan agar penayangan film pendek antikorupsi dapat menjadi bagian dari kerja sama dengan pengelola bioskop. Menurut Setyo, dukungan pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dapat dipertimbangkan untuk mendukung pembiayaan pemutaran film.

“Mungkin kalau ada pembiayaan ada pihak ketiga, CSR,” ujarnya.

Setyo berharap film-film tersebut dapat diputar sebelum penayangan film utama di bioskop. Dengan begitu, penonton bisa menerima pesan integritas dan antikorupsi setelah menikmati film yang mereka pilih.

LSF Buka Peluang Film Antikorupsi Masuk Bioskop

Gagasan tersebut mendapat respons dari Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi. Ia menyebut LSF memiliki mitra Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), yang menaungi sejumlah jaringan bioskop, termasuk XXI, CGV, dan Cinepolis.

Ketua Lsf Holopis
Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi di Gedung C1 KPK, Jakarta. [Foto: Holopis.com/Vhina]

Naswardi menilai usulan ketua KPK dapat ditindaklanjuti agar film antikorupsi tayang di bioskop dengan dukungan organisasi tersebut. Langkah ini dinilai dapat memperluas literasi antikorupsi melalui industri perfilman nasional.

“Saya kira gagasan pak ketua bisa kita tindaklanjuti, ya, dengan GPBSI sebagai bagian dari upaya kita untuk meningkatkan literasi antikorupsi terutama sejak dini,” ujarnya.

Naswardi juga mengungkapkan bahwa industri film nasional mencatatkan 80,2 juta penonton pada 2025 dan 280 judul film yang ditayangkan dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, jumlah tersebut membuka peluang besar untuk menyisipkan pesan pencegahan korupsi dan penguatan integritas kepada masyarakat.

Selain melalui bioskop, ketua KPK juga berharap distribusi film antikorupsi dapat diperluas melalui berbagai ruang publik. Ia mencontohkan penayangan film melalui layanan hiburan Garuda Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta mendorong kemungkinan kerja sama dengan TransJakarta.

Setyo kemudian berharap film-film ACFFEST 2026 maupun dari tahun-tahun sebelumnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas sehingga pesan antikorupsi dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

YANG BARU