RBI Jangkau 337 Desa dan Kelurahan, KemenPPPA Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang dikembangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah menjangkau 337 desa dan kelurahan di 99 kabupaten atau kota.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, RBI menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Melalui program ini, kami mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu menyelesaikan persoalan perempuan dan anak di lingkungan mereka, dari pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, hingga perlindungan anak,” kata Arifatul saat memaparkan dua tahun kinerja KemenPPPA, dikutip Holopis.com, Rabu (28/10).

Menurut Arifatul, persoalan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah pusat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lingkungan.

“Ketika pemerintah dan masyarakat bekerja bersama, perempuan dan anak akan lebih mudah mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Melalui RBI, KemenPPPA mendorong keterlibatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, pengasuhan keluarga, serta perlindungan anak. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Selain dukungan beasiswa bagi 32 pelajar dan mahasiswa di Marunda, Cilingcing, Jakarta Utara. Arifatul menyebut KemenPPPA juga telah mengalokasikan anggaran bagi Desa Mendalo Darat di Jambi untuk kegiatan perempuan dan anak. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah desa terhadap program pemberdayaan dan perlindungan kelompok tersebut.

“Kami juga terus memperkuat layanan pendampingan keluarga dan pengasuhan anak,” katanya.

Meski telah menjangkau ratusan desa dan kelurahan, Arifatul mengakui pengembangan RBI masih membutuhkan perluasan jangkauan dan peningkatan manfaat agar program tersebut semakin dirasakan masyarakat.

“Tentu program ini masih perlu diperluas dan hasilnya terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga keluarga.

“Kami ingin persoalan perempuan dan anak tidak hanya menjadi perhatian pemerintah pusat, tetapi juga menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama di daerah,” tegasnya.

RBI sendiri merupakan pengembangan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), yang digagas pada masa kepemimpinan Bintang Puspayoga sebagai Menteri PPPA periode 2019–2024.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU