Pertamina Sulap Minyak Jelantah Jadi 11 Juta Liter Bahan Bakar Pesawat

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pertamina mengolah minyak jelantah menjadi 11 juta liter bahan bakar pesawat. Limbah dapur kini punya nilai ekonomi dan lebih ramah lingkungan.

Minyak goreng bekas yang biasanya dibuang setelah digunakan ternyata menyimpan potensi ekonomi besar.

PT Pertamina Patra Niaga berhasil mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), dengan produksi mencapai sekitar 11 juta liter pada Oktober 2026.

Inovasi ini menjadi sorotan setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi fasilitas Green Refinery Cilacap, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat langsung pengembangan bahan bakar pesawat berbasis minyak jelantah yang diharapkan dapat mendukung industri penerbangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional.

Limbah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat dikumpulkan dan disalurkan ke industri untuk diproses lebih lanjut.

Gibran menegaskan, pengembangan energi berkelanjutan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya mendorong kemajuan industri.

“Pengembangan SAF harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis Pertamina Patra Niaga.

Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menjelaskan produksi SAF dilakukan di Green Refinery Cilacap menggunakan fasilitas Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT).

Prosesnya menggunakan metode co-processing, yakni mengolah minyak jelantah bersama komponen bahan baku lainnya.

Dalam skema tersebut, minyak jelantah digunakan dengan rasio maksimal sekitar 5 persen dari total kapasitas produksi unit TDHT.

Taufik menyebut produksi SAF di fasilitas tersebut telah memasuki tahap komersialisasi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU