HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejak ditutup sementaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, kota Tangerang Selatan kini mengalami darurat sampah. Hal ini tampak dari banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik.
Beberapa titik mulai dari trotoar, median jalan, mulai dari jalan raya Serpong, kolong Flyover Ciputat, Jalan Djuanda, Dewi Sartika, RE Martadinata, hingga kawasan Pamulang kini berubah menjadi deretan titik krisis sampah yang perlu penanganan cepat.
Di sepanjang jalan, terlihat banyaknya sampah yang menumpuk dan hanya ditutup oleh terpal untuk mencegah bau tak sedap menyebar kemana-mana.
Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas mobilitas sehari-hari oleh warga sekitar. Kini, banyak warga yang mulai mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel agar segera menangani masalah tersebut.
Salah satunya, Anton (48) warga Serpong yang mengaku sudah bertahan dengan situasi ini dalam beberapa hari terakhir. Dia kemudian meminta agar pemerintah segera menangani masalah darurat sampah tersebut.
“Ini harus ada tindakan dari pemerintah,” tegas Anton, seperti dikutip Holopis.com, pada Rabu (17/12/2025).
Adapun penyebab ditutupnya TPA Cipeucang adalah dikarenakan kelebihan beban sampah . Akibatnya, pembuangan sampah ditempat tersebut harus dihentikan, sembari pemerintah menata ulang timbunan yang amblas. Penataan ulang ini membuat banyaknya sampah dari kota terpaksa menumpuk di jalan.


