HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan wartawan agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan di tengah tuntutan pekerjaan yang kerap dikejar tenggat waktu atau deadline. Kesibukan meliput dan menyelesaikan berita dapat membuat wartawan lupa memantau kondisi kesehatannya sendiri.
Pesan tersebut disampaikan Meutya dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Wartawan Senior yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (26/10).
“Sebagai wartawan kita tuh sering banget lupa ngecek. Karena wartawan tuh selalu dikejar deadline, kemudian pun sudah pensiun ya memang kadang-kadang sakitnya itu enggak dirasa-rasa gitu,” kata Meutya, dikutip Holopis.com, Senin (26/10).
Menurut Meutya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan karena sejumlah masalah kesehatan dapat tidak disadari hingga membutuhkan perhatian khusus. Hal tersebut juga terlihat dari hasil pemeriksaan para wartawan senior yang mengikuti kegiatan CKG.
“Tadi kami dapat laporan ternyata memang ada juga indikasi-indikasi awal yang perlu mendapat perhatian khusus, bahwa teman-teman wartawan senior tadi setelah cek kesehatan gratis juga di-follow up,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan tidak cukup hanya dilakukan tanpa tindak lanjut. Hasil pemeriksaan perlu menjadi perhatian agar peserta yang menunjukkan indikasi masalah kesehatan dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

“Cek kesehatan gratis sendiri inisiasinya datang langsung dari Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto. Hari ini kami didampingi dari Kementerian Kesehatan dan juga pimpinan puskesmas serta dari para pengurus SWSI, dan ini bentuk kolaborasi yang saya rasa perlu dilestarikan, perlu dibuat konsisten secara terus-menerus,” ujarnya.
Wartawan Sehat untuk Menjaga Kualitas Informasi
Selain menyoroti kesehatan fisik, Meutya menekankan pentingnya menjaga peran wartawan senior dalam ekosistem informasi. Pengalaman mereka dalam meliput berbagai peristiwa, memahami perspektif, serta mempertimbangkan dampak pemberitaan bagi masyarakat dinilai perlu diwariskan kepada generasi wartawan yang lebih muda.
“Kenapa menjaga kesehatan bagi para wartawan senior kita ini penting? Pertama, tentu kita memahami bahwa di era flood informasi, yang namanya berita itu harus fakta, ada kode etik jurnalistik yang dijaga, perspektif yang dijaga, dan kemudian dilihat dari dampak baik atau buruk bagi masyarakat yang membaca,” kata Meutya.
Ia menilai, praktik jurnalistik tidak cukup hanya memastikan informasi yang disampaikan benar. Pemberitaan juga perlu mempertimbangkan perspektif dan manfaatnya bagi masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi.
Karena itu, Meutya berharap wartawan senior dapat membagikan pengalaman dan prinsip jurnalistik kepada wartawan muda untuk menjaga kualitas informasi publik.
“Kami berharap ke depan bisa ada kegiatan bersama Komdigi untuk membagikan prinsip-prinsip awal jurnalistik kepada wartawan yang lebih muda. Pengalaman dan perspektif para wartawan senior sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi publik,” tuturnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...