HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rapper asal Amerika Serikat, Ye atau yang lebih dikenal sebagai Kanye West, menggelar konser bertajuk Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/10/2026) malam.
Konser ini menjadi kesempatan bagi penggemar di Indonesia untuk menyaksikan langsung penampilan rapper yang dikenal melalui lagu-lagu populer seperti Runaway, Power, dan Heartless. Pertunjukan tersebut juga menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian penggemar musik hip-hop di Jakarta.
Ye membuka penampilannya dengan lagu “King”. Kemunculannya dari panggung berbentuk globe raksasa langsung disambut riuh penonton. Permainan cahaya dan efek kembang api turut memperkuat suasana pembukaan konser.
Sepanjang pertunjukan, Ye membawakan puluhan lagu dari berbagai fase kariernya. Sejumlah lagu yang masuk dalam penampilannya antara lain “Father Stretch My Hands, Pt. 1”, “Can’t Tell Me Nothing”, “Praise God”, “Black Skinhead”, “Power”, “Runaway”, dan “Carnival”.
Ketika lagu-lagu populernya dimainkan, penonton ikut bernyanyi bersama dan mengikuti irama musik. Tata cahaya, laser, serta efek visual menjadi bagian penting dari pertunjukan yang berlangsung di tengah stadion tersebut.
Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah panggung Giant World Globe Stage atau Dome Stage. Instalasi berbentuk kubah menyerupai bola dunia itu menjadi pusat pertunjukan, dengan Ye tampil di bagian atasnya.
Panggung tersebut menggunakan konsep 360 derajat sehingga penonton dapat menyaksikan pertunjukan dari berbagai sisi stadion. Untuk membantu penonton melihat aksi di panggung, produksi konser juga dilengkapi layar LED berukuran besar.
Ye terbilang minim berbicara dengan penonton dan lebih banyak menjadikan musik serta visual panggung sebagai fokus pertunjukan. Perpaduan lagu-lagu populer, pencahayaan dramatis, dan globe raksasa pun menjadi elemen utama yang menandai konsernya di Jakarta.
Konser tersebut memperlihatkan bagaimana Ye memadukan katalog musiknya dengan konsep produksi panggung berskala besar. Globe raksasa yang menjadi pusat pertunjukan sekaligus menghadirkan identitas visual yang paling menonjol dalam konser di GBK tersebut.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...