HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jenazah seniman sekaligus politikus Guruh Soekarnoputra rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, tepat di sebelah makam ibundanya, Fatmawati Soekarnoputri.
Rencana pemakaman tersebut menempatkan putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, itu berdampingan dengan sang ibu di tempat peristirahatan terakhirnya.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Sebelum meninggal dunia, Guruh sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.
Dimakamkan di Sebelah Makam Sang Ibu
TPU Karet Bivak merupakan lokasi pemakaman Fatmawati Soekarnoputri, istri Presiden Soekarno sekaligus ibu Guruh.
Fatmawati meninggal dunia pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Apabila rencana tersebut terlaksana, Guruh akan beristirahat berdampingan dengan ibundanya, yang dikenal sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih untuk upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Lokasi pemakaman tersebut juga memiliki keterkaitan dengan keluarga besar Soekarno. Sebelumnya, Rachmawati Soekarnoputri, kakak Guruh, juga dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Juli 2021.
Guruh Soekarnoputra Berpulang pada Usia 73 Tahun
Kepergian Guruh meninggalkan duka bagi keluarga besar Soekarno, dunia seni, serta PDI Perjuangan.
Guruh dikenal sebagai seniman, komponis, koreografer, dan politikus yang banyak menghasilkan karya di bidang musik dan tari dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa partainya kehilangan sosok seniman besar, Marhaenis, sekaligus pejuang partai.
Hasto juga menginstruksikan seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Hingga informasi ini disusun, rencana pemakaman Guruh di TPU Karet Bivak menjadi perhatian keluarga dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok seniman putra Proklamator tersebut.



