Tak Bisa Mendengar Panggilan Antrean, Bagaimana Teman Tuli Mengakses Layanan Kesehatan?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bagi sebagian orang, menyampaikan keluhan kepada dokter hanya membutuhkan percakapan singkat. Namun, bagi teman Tuli, kunjungan ke fasilitas kesehatan dapat menghadirkan tantangan komunikasi sejak dari meja pendaftaran hingga ruang pemeriksaan.

Ketika petugas memanggil nomor antrean melalui pengeras suara atau dokter menyampaikan pertanyaan secara lisan, informasi tersebut tidak selalu dapat diterima dengan mudah oleh pasien penyandang disabilitas rungu. Mereka membutuhkan cara berkomunikasi yang sesuai agar dapat menyampaikan keluhan sekaligus memahami informasi mengenai kondisi kesehatannya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mencatat komunikasi masih menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Dalam Warta Kesprimkom Edisi 1 Tahun 2025, Kemenkes menyebut masih ada tenaga kesehatan di puskesmas yang belum memahami karakteristik, cara berinteraksi, dan cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas.

Akses Informasi Jadi Kunci Layanan Kesehatan bagi Teman Tuli

Sejak tiba di fasilitas kesehatan, teman Tuli membutuhkan informasi yang dapat diterima secara visual. Informasi mengenai pendaftaran, nomor antrean, lokasi ruang pelayanan hingga panggilan pasien perlu disampaikan melalui media yang sesuai.

Kebutuhan tersebut kemudian didukung melalui standar pelayanan kesehatan. Kemenkes menetapkan media komunikasi, informasi, dan edukasi yang dapat diakses penyandang disabilitas sensorik rungu, seperti layar informasi. Layanan pengaduan juga dapat menggunakan media tulis, sementara pelayanan dapat didukung juru bahasa isyarat atau pendamping disabilitas sesuai kebutuhan.

Untuk layanan di puskesmas, Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 juga mengatur fasilitas yang dapat membantu penyandang disabilitas rungu atau wicara. Fasilitas tersebut antara lain running text di pusat informasi, TV text untuk menyampaikan nomor antrean dan informasi edukasi, serta fasilitas bahasa isyarat di loket atau pusat informasi.

Melalui fasilitas tersebut, teman Tuli dapat memperoleh informasi secara visual tanpa harus bergantung pada pengumuman melalui suara. Nomor antrean maupun informasi pelayanan dapat dibaca melalui layar yang tersedia.

Tv Text Holopis
Ilustrasi TV text yang memuat informasi nomor antrean. [Foto: Istimewa]

Tantangan komunikasi kemudian berlanjut ketika pasien memasuki ruang pemeriksaan. Teman Tuli dapat menggunakan bahasa isyarat, tulisan, atau bentuk komunikasi lain yang sesuai dengan kebutuhannya saat menyampaikan keluhan kepada dokter maupun tenaga kesehatan.

Kemenkes juga mendorong peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan inklusif. Dalam Laporan Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Tahun 2025, upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan Massive Open Online Course (MOOC) tentang pelayanan kesehatan inklusif dan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

Dukungan juru bahasa isyarat juga dapat dibutuhkan ketika pasien harus menerima informasi medis yang lebih kompleks. Misalnya, saat dokter menjelaskan hasil pemeriksaan, diagnosis, pilihan tindakan, penggunaan obat, atau perawatan lanjutan.

Hal ini penting agar pasien dapat memahami kondisi kesehatannya sebelum menentukan tindakan medis. Artinya, pelayanan kesehatan bagi teman Tuli bukan hanya soal tersedianya ruang pemeriksaan, tetapi juga bagaimana informasi disampaikan agar dapat dipahami pasien.

Upaya menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif juga dilakukan sejumlah fasilitas kesehatan. RSUP H. Adam Malik Medan, misalnya, mengadakan Disability Inclusive Training pada September 2025 untuk 18 petugas frontliner. Pesertanya terdiri dari dokter triase, perawat triase, petugas registrasi hingga petugas keamanan yang mendapat materi mengenai interaksi dengan penyandang disabilitas, termasuk teknik komunikasi menggunakan bahasa isyarat.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU