HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suasana haru mewarnai kegiatan ‘Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis’ yang digelar Dewan Pers di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9). Kegiatan tersebut mempertemukan insan pers dan keluarga untuk bersama-sama mendoakan lima jurnalis serta tiga awak kapal Arupadhatu I yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Di tengah suasana tersebut, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi tentang kehidupan dan kematian. Ia mengatakan manusia pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan setelah menjalani perjalanan hidupnya.
“Meninggal itu peristiwa wisuda. Wisuda dari kehidupan,” kata Komaruddin dikutip Holopis.com dalam acara doa bersama di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (21/9).
Pernyataan itu disampaikan Komaruddin saat berbicara mengenai perasaan keluarga yang masih berada dalam penantian. Ia mengatakan ketidakpastian mengenai keberadaan seseorang dapat membuat keluarga terus diliputi pertanyaan mengenai kabar orang yang mereka cintai.
“Ketika ada keluarga hilang, yang ditunggu itu adalah berita kepastiannya. Ketika kepastian itu belum ada, itu luar biasa. Jadi siang, malam, pagi, sore, itu diliputi dengan satu pertanyaan penantian luar biasa,” ujarnya.
Ia kemudian berbicara mengenai manusia yang menjalani kehidupan dan pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan. Komaruddin menggambarkan kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang memiliki titik kepulangan.
Dalam pandangannya, manusia juga tidak dapat dilihat hanya sebagai angka. Ia mengatakan manusia memiliki jiwa dan nilai yang tidak dapat disamakan dengan sekadar data.
“Betapa mahalnya manusia. Alhamdulillah. Manusia itu bukan angka. Di BPS mungkin manusia itu angka. Tapi kita itu jiwa,” tuturnya.
Komaruddin juga menyinggung pengalaman manusia ketika tidur dan bangun. Menurutnya, kebiasaan berdoa sebelum tidur dan setelah bangun menjadi bagian dari kesadaran manusia dalam menjalani kehidupan.
Ia kemudian menghubungkan hal tersebut dengan konsep “pulang”. Menurut Komaruddin, manusia pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan setelah menjalani kehidupannya.
Meski menyampaikan refleksi mengenai kematian, Komaruddin tetap mengajak semua pihak untuk mempertahankan harapan terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang pada hari ini genap dua pekan sejak mereka hilang kontak pada Senin (7/9).
“Kita pasti akan kembali. Kita yakin dan kita berharap kembali dengan happy landing, happy soft landing,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas insan pers kepada keluarga yang masih berada dalam masa penantian. Dukungan diberikan melalui doa dan kehadiran bersama keluarga.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...