Bu Susanah Asal Bogor Bukan Pengupas Bawang Seperti Kata Prabowo, Tapi …

11 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMPublik sedang digegerkan oleh isi pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang membacakan teks informasi tentang adanya masyarakat di Kabupaten Bogor, di mana ia adalah pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Nama ibu tersebut adalah Susanah yang tinggal di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dalam sesi pidato kenegaraan Presiden RI di Senayan Jakarta pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, dari Balkon gedung diperkanalkan ibu Susanah yang merupakan pekerja lepas yang bekerja mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Isi pidato Prabowo tersebut pun sontak ramai dan menjadi perbincangan banyak kalangan.

Betapa tidak, sebab untuk bawang putih di kawasan Jawa Barat saja, per hari ini harganya antara Rp34.000 hingga Rp41.000 per kilogram berdasarkan jenisnya. Sementara untuk rata-rata bawang merah di pasaran wilayah Jabodetabek dan sekitar Jawa Barat saat ini berkisar antara Rp32.500 hingga Rp41.000 per kilogram, tergantung pada ukuran dan jenis pasarnya.

“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Ibu Susanah Di Dpr
Susanah saat hadir dalam pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Senayan, Jakarta Pusat pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.

Sementara itu, saat ditanya validitas informasi yang dibacakan Prabowo menggunakan prompter tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Sehari setelah pidato Prabowo Subianto tersebut, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (BAKOM RI) yang dipimpin oleh Muhammad Qodari mengunggah video tentang dokumenter keluarga Ibu Susanah. Ia merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun.

Selain mengurus rumah tangga, Ibu Susanah merupakan buruh jahit lepas yang beraktifitas dari jam 7 pagi sampai siang hari. Dalam rumah tersebut, Susanah tinggal bersama Didim sang suami dan tiga anak mereka. Sementara untuk pekerjaan sang suami adalah sebagai buruh bangunan.

Dalam video dokumenter tersebut, Bakom RI menggambarkan bahwa Susanah dan keluarganya adalah para penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) dan Sembako dari pemerintah.

Bahkan di dalam video tersebut, sama sekali tidak disebutkan jika Susanah adalah pengupas bawang dengan upah Rp700.000 per hari. Ia merupakan buruh pengepul kain untuk dijahit dengan upah Rp700 per kilogram. Sementara untuk harian, ia sanggup menjahit 20 kilogram sehingga upah hariannya hanya Rp14.000.

“Alhamdulillah ya meskipun sehari 20 kilogram ngejahit, 20 x Rp700 kan cuma berapa ya, Rp14 ribu. Ya Alhamdulillah saja buat hitung-hitung uang taruh uang simpanan, nanti kalau nggak ada uang jajan tinggal minta begitu ya yang punyanya begitu,” kata Ibu Susanah.

Namun untuk hari libur, Susanah mengaku bisa sampai mendapatkan 50 ikat kain yang bisa dikerjakan untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah.

“Kemarin hari libur nih s ampai banyak. Di karung belum dibuka, di bawah belum dibuka. Kalau pada libur mah sehari bisa 50 ikat pada ngerjainnya,” lanjutnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.
[holopis_classified_ads]

BACA LAINNYA