HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menekankan pentingnya komunikasi sebagai salah satu kunci keberhasilan Komandan Satuan Kewilayahan (Dansatkowil) dalam membina prajurit, membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung pelaksanaan program-program pemerintah.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan sekaligus menutup Apel Dansatkowil TNI AD Terpusat Tahun 2026 di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed), Cimahi, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Di hadapan lebih dari 400 peserta apel, Saleh Mustafa menegaskan bahwa seorang Dansatkowil harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota, mulai dari perwira, bintara, hingga tamtama.
Selain itu, komandan juga dituntut aktif hadir di tengah masyarakat, memahami berbagai persoalan di wilayah, serta menjadi jembatan dalam menyampaikan berbagai program pemerintah agar dapat diterima dan berjalan dengan baik.
“Komandan satuan harus memiliki komunikasi yang baik dengan anggota, mulai dari perwira, bintara hingga tamtama. Dengarkan permasalahan mereka. Di sisi lain, komandan juga harus aktif hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan program-program pemerintah sehingga dapat diterima dan berjalan dengan baik,” kata Saleh dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Pada kesempatan tersebut, Saleh juga membacakan amanat tertulis KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Apel Dansatkowil. Langkah itu sebagai forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kapasitas para Komandan Satuan Kewilayahan dalam menghadapi dinamika tugas di wilayah.
Dalam amanat itu, Maruli menegaskan bahwa seluruh hasil pembekalan selama apel harus segera diimplementasikan di satuan masing-masing guna memperkuat pembinaan teritorial, menjaga stabilitas wilayah, serta meningkatkan kontribusi TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, Dansatkowil merupakan ujung tombak TNI AD yang harus mampu membangun komunikasi, kolaborasi, dan sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, kementerian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa.
Sebagai pedoman pelaksanaan tugas, Maruli memberikan tiga penekanan kepada seluruh peserta, yakni segera menindaklanjuti hasil Apel Dansatkowil melalui langkah konkret sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Langkah lainnya dengan memperkuat pembinaan teritorial melalui kepemimpinan yang adaptif dan komunikasi sosial yang efektif, serta terus mengembangkan inovasi dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui berbagai program unggulan TNI AD yang dilaksanakan secara tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.
Apel Dansatkowil TNI AD Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat kualitas kepemimpinan para komandan kewilayahan sehingga mampu menghadirkan satuan yang profesional, adaptif, serta selalu hadir di tengah masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.



