HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sobat Holopis, testosteron merupakan hormon utama pada pria yang berperan penting dalam menjaga massa otot, kekuatan tulang, gairah seksual, produksi sperma, hingga suasana hati. Kadar hormon ini memang akan menurun secara alami seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki usia 30 tahun.
Meski demikian, penurunan testosteron tidak selalu langsung menimbulkan keluhan. Pada sebagian pria, perubahan terjadi secara perlahan sehingga sering kali dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, jika kadarnya terlalu rendah, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan perlu mendapatkan penanganan medis.
Berikut beberapa tanda testosteron mulai menurun yang patut diperhatikan.
1. Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas
Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah tubuh yang terasa cepat lelah. Pria dengan kadar testosteron rendah bisa merasa kehabisan energi meski sudah tidur cukup atau tidak melakukan aktivitas berat.
Rasa lelah tersebut biasanya berlangsung terus-menerus dan dapat mengganggu produktivitas sehari-hari.
2. Massa Otot Berkurang dan Lemak Tubuh Bertambah
Testosteron berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan massa otot. Ketika kadarnya menurun, otot dapat mengecil dan kekuatan tubuh ikut berkurang.
Di sisi lain, lemak tubuh, terutama di area perut, cenderung lebih mudah menumpuk sehingga berat badan meningkat meski pola makan tidak banyak berubah.
3. Gairah Seksual Menurun
Penurunan libido menjadi salah satu tanda yang paling umum terjadi. Pria mungkin merasa tidak lagi memiliki minat seksual seperti sebelumnya atau mengalami penurunan frekuensi aktivitas seksual.
Meski demikian, rendahnya gairah seksual juga bisa dipengaruhi faktor lain, seperti stres, gangguan tidur, atau kondisi psikologis.
4. Sulit Berkonsentrasi dan Perubahan Suasana Hati
Testosteron tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga fungsi otak. Kadar hormon yang rendah dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau merasa kurang bersemangat.
Sebagian pria juga mengalami perubahan suasana hati, seperti lebih mudah marah, cemas, atau merasa sedih tanpa penyebab yang jelas.
5. Ereksi Tidak Seoptimal Biasanya
Testosteron berperan dalam menjaga fungsi seksual pria. Penurunan hormon ini dapat menyebabkan kualitas ereksi menurun atau frekuensi ereksi spontan, termasuk saat bangun tidur, menjadi lebih jarang.
Namun, perlu diingat bahwa disfungsi ereksi tidak selalu disebabkan oleh rendahnya testosteron. Penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga kebiasaan merokok juga dapat menjadi penyebabnya.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Sobat Holopis, mengalami satu atau dua gejala di atas belum tentu berarti kadar testosteron Anda rendah. Diagnosis hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan dokter yang disertai tes darah untuk mengukur kadar hormon testosteron.
Jika keluhan berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas, atau disertai penurunan gairah seksual yang signifikan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Selain itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, dan mengonsumsi makanan bergizi juga dapat membantu menjaga kesehatan hormon pria seiring bertambahnya usia.


