APBN Minus Rp196 Triliun, Indonesia Cari Dana Lewat Utang Yuan

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – APBN 2026 mencatat defisit Rp196 triliun. Pemerintah pun mengambil langkah baru dengan menerbitkan utang Rp18,57 triliun dalam mata uang yuan.

Pemerintah mengambil langkah baru untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan menerbitkan surat utang dalam mata uang yuan China.

Langkah ini dilakukan setelah APBN semester I 2026 mencatat defisit mencapai Rp196,5 triliun.

Melalui penerbitan Panda Bond, pemerintah resmi memperoleh pembiayaan sebesar 7 miliar yuan atau setara sekitar Rp18,57 triliun dari pasar keuangan China.

Ini menjadi pertama kalinya Indonesia menerbitkan surat utang negara dalam denominasi yuan.

Dana hasil penerbitan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan APBN 2026, terutama menutup selisih antara pendapatan dan belanja negara.

- Advertisement -

Pemerintah menegaskan penerbitan utang ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan negara.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan Panda Bond mendapat respons positif dari investor di pasar domestik China.

Tingginya minat investor bahkan membuat jumlah permintaan melebihi nilai surat utang yang ditawarkan pemerintah.

“Transaksi ini mendapat sambutan yang sangat baik dari investor di pasar domestik Tiongkok dengan total peak orderbook mencapai sekitar 17 miliar yuan atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali,” kata Suminto, Kamis (23/7/2026).

Dengan permintaan yang tinggi tersebut, pemerintah berhasil memperoleh tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan perkiraan awal.

Surat utang senilai 7 miliar yuan itu dibagi menjadi dua tenor.

Sebesar 5,6 miliar yuan diterbitkan dengan tenor tiga tahun dan tingkat bunga 1,90 persen, dengan jatuh tempo pada 30 Juli 2029.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU