Dompet Dhuafa Luncurkan Kebun Pangan Madaya, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga

0 Shares

SUKABUMI, HOLOPIS.COMDompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) resmi meluncurkan Kebun Pangan Madaya, sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan rumah, pekarangan, kebun komunitas, hingga lahan produktif yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan keluarga sekaligus sumber pendapatan baru.

Program yang diluncurkan di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026), ini mengintegrasikan penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi keluarga, serta edukasi pertanian yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Direktur Utama Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan peluncuran Kebun Pangan Madaya merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-33 Dompet Dhuafa yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

“Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa terus meluaskan kebermanfaatan program pemberdayaan sekaligus menguatkan ketahanan pangan. Di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL) ini menjadi salah satu titik penanda bergulirnya program Kebun Pangan Madaya. Selain itu, agenda ini merupakan rangkaian Milad ke-33 Dompet Dhuafa. Mengingat di sejumlah kota kami juga menggulirkan secara serempak program tersebut dengan melibatkan para relawan dan masyarakat setempat. Bismillah, kita hadirkan Kebun Pangan Madaya untuk para petani berdaya di tanah sendiri,” ujar Ahmad Juwaini.

Berdasarkan data LKC Dompet Dhuafa tahun 2026, program lingkungan hijau produktif melalui Kebun Sehat Masyarakat untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan kini telah menjangkau 10 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Petani Kebun Pangan Madaya Di Lido
Petani sedang membersihkan hasil panen kedelai di kebun pangan madaya Lido yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa. [Foto : Holopis.com/Istimewa]

Program tersebut telah dikembangkan di 13 kebun komunitas dan 247 kebun skala rumah tangga dengan melibatkan 765 penerima manfaat serta 124 kader masyarakat. Seluruh lokasi program juga mendukung penyediaan makanan tambahan berbasis pangan lokal.

- Advertisement -

Meski demikian, Dompet Dhuafa mengakui pengembangan Kebun Pangan Madaya masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kepastian status lahan, komitmen pengelola, hingga faktor lingkungan. Karena itu, penguatan kelembagaan masyarakat serta kepastian legalitas lahan dinilai menjadi faktor penting untuk menjamin keberlanjutan program.

Perwakilan Camat Cicurug, Dedi Yuda, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran program tersebut. Menurutnya, Kebun Pangan Madaya sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan, memperbaiki pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

“Kebun Pangan merupakan program yang didorong pemerintah untuk pemenuhan gizi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kami menilai program ini sejalan dengan program pemerintah, sehingga harus didukung penuh, terutama untuk peningkatan ekonomi berbasis masyarakat,” katanya.

Melalui Kebun Pangan Madaya, Dompet Dhuafa tidak hanya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang mencakup pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan usaha berbasis hasil pertanian, hingga pembukaan akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, memperbaiki kualitas konsumsi pangan, sekaligus mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah seorang penerima manfaat, Tusih (54), mengaku merasakan dampak positif dari program tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil panen dari kebun juga dapat dijual sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi rumah tangganya.

“Selama ini dengan adanya program kebun pangan di PTGL, Alhamdulillah dapat bermanfaat secara langsung bagi kami dan keluarga. Selain dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, kami juga memperoleh tambahan ekonomi dari hasil penjualan panen,” tutur Tusih.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU