MagangHub 2026 Bakal Digelar, Pemerintah Cuma Fokus Evaluasi Mentor dan Perusahaan Penyelenggara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengklaim bakal memperkuat kualitas Program Magang Nasional (MagangHub) pada 2026.

Menaker Yassierli saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI alih-alih kemudian malah memofokuskan evaluasi pada perusahaan penyelenggara. Yassierli ogah membahas evaluasi para peserta magang yang kerap bermasalah. Dia malah menyebut fokus urus peningkatan standar kompetensi, kualitas mentor, perlindungan peserta, serta perluasan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.

“Kami akan melakukan penguatan tata kelola MagangHub melalui kurikulum berbasis kebutuhan industri, standarisasi kualitas pembimbing (mentor), dan evaluasi ketat terhadap perusahaan penyelenggara,” kata Yassierli dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

Yassierli sesumbar bahwa pihaknya tengah berusaha membangun ekosistem MagangHub yang transparan dan efektif melalui penguatan tata kelola serta kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga DUDI.

“Pemerintah juga akan meningkatkan fungsi pengawasan dan pembinaan untuk memastikan seluruh penyelenggara mematuhi ketentuan yang berlaku, sekaligus menjamin perlindungan hak-hak peserta magang,” klaimnya.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas, MagangHub ke depan juga akan diintegrasikan dengan sistem sertifikasi kompetensi kerja melalui BNSP.

- Advertisement -

“Integrasi dengan BNSP ini diperlukan agar peserta memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga memberikan nilai tambah yang nyata saat mereka memasuki dunia kerja,” tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah telah meluncurkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026, pada Senin (29/06/2026). Pada angkatan kedua ini, kuota peserta ditingkatkan secara signifikan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang sebagai upaya memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus mempercepat transisi mereka ke dunia kerja.

Peningkatan kuota tersebut merupakan tindak lanjut atas evaluasi pelaksanaan angkatan pertama yang menunjukkan hasil positif dalam mendukung penyerapan tenaga kerja.

Selain menambah jumlah peserta, pemerintah turut memperkuat kualitas penyelenggaraan program, antara lain melalui mekanisme verifikasi kebutuhan posisi magang yang diajukan perusahaan, kementerian, dan lembaga agar sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan calon peserta, disertai proses seleksi mitra penyelenggara yang dilakukan secara lebih ketat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU