HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perubahan besar disebut-sebut sedang disiapkan oleh BBK Electronics terhadap sejumlah merek handphone yang berada di bawah naungannya. Setelah sebelumnya menggabungkan pengembangan OxygenOS dan ColorOS, kini muncul kabar bahwa langkah serupa juga akan menyentuh Realme.
Berdasarkan informasi dari sumber internal industri, Realme UI disebut akan dilebur ke dalam ekosistem ColorOS. Jika rencana tersebut benar terealisasi, maka Oppo, OnePlus, dan Realme nantinya akan menggunakan sistem operasi yang sama.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak sekaligus memangkas biaya riset dan pengembangan (R&D). Namun, penyatuan sistem operasi disebut hanya menjadi satu bagian dari proses konsolidasi yang lebih besar di dalam grup BBK Electronics.
Sejumlah perubahan bahkan mulai terlihat di berbagai negara. Di kawasan Eropa, situs resmi OnePlus Jerman kini mengarahkan calon pembeli untuk beralih menggunakan perangkat Oppo. Sementara itu, sebagian besar produk yang dijual melalui situs OnePlus Inggris dilaporkan sudah berstatus habis terjual.
Tak hanya itu, OnePlus juga dikabarkan akan mengubah fokus bisnisnya. Berdasarkan informasi yang beredar, merek tersebut nantinya hanya akan difokuskan untuk pasar India dan China.
Di dua negara tersebut, hubungan OnePlus dengan Oppo juga disebut semakin erat. Salah satu contohnya adalah layanan purna jual OnePlus di India yang kini telah sepenuhnya ditangani oleh Oppo.
Sementara itu, Realme disebut akan mengambil arah berbeda. Merek tersebut dikabarkan bakal mengurangi fokus di pasar domestik China dan lebih mengutamakan ekspansi ke pasar internasional.
Apabila skenario tersebut benar terjadi, India diperkirakan menjadi satu-satunya negara tempat OnePlus dan Realme tetap hadir secara bersamaan. Di pasar lainnya, identitas masing-masing merek diprediksi tidak lagi memiliki perbedaan yang terlalu mencolok di mata konsumen.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari BBK Electronics, Oppo, OnePlus, maupun Realme mengenai kabar tersebut. Informasi ini masih sebatas bocoran dari sumber internal industri yang dikutip Holopis.com dari GSM Arena, Selasa (7/7/2026).



