HUT Bhayangkara ke-80, Poros Muda Indonesia: Polri Presisi Jadi Fondasi Indonesia Maju

Kami memandang bahwa kehadiran Polri yang kuat dan profesional merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional.

1 Shares

JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk mendorong penguatan reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satunya datang dari Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, yang menilai transformasi Polri melalui konsep Presisi menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan penegakan hukum di era digital.

Frans pun mengatakan bahwa perubahan yang dilakukan Polri harus terus dijaga agar mampu menjawab perkembangan teknologi, dinamika sosial, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.

“Transformasi Polri yang mengusung semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Di tengah dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang profesional, Polri dituntut untuk terus berbenah menjadi institusi yang modern, humanis, dan terpercaya,” ujar Frans dalam keterangan tertulis yang diterima Holopis.com di Jakarta, Rabu (1/7/2026)

Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari situasi keamanan yang kondusif. Oleh sebab itu, institusi kepolisian yang profesional dinilai memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen menjaga persatuan dan kemajuan bangsa, Kami memandang bahwa kehadiran Polri yang kuat dan profesional merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Stabilitas keamanan yang terjaga akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Maju,” katanya.

Frans juga menyoroti perubahan paradigma kepolisian yang kini lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, pendekatan dialogis, serta upaya pencegahan konflik menjadi bukti bahwa Polri terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

- Advertisement -
Frans Freddy
Ketua Umum DPP Poros Muda Indonesia, Frans Freddy. [Foto : Istimewa]

“Polri saat ini tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan dialog, pencegahan konflik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik menjadi bukti nyata transformasi menuju institusi kepolisian yang semakin modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan reformasi kepolisian pada akhirnya ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap anggota Polri harus menjaga integritas serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama bagi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, setiap anggota Polri harus terus menjaga integritas, profesionalisme, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam setiap pelaksanaan tugas. Penegakan hukum yang berkeadilan akan memperkuat legitimasi institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” ucapnya.

Frans turut mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menghadirkan keadilan dalam setiap proses penegakan hukum.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU