HOLOPIS.COM, JAKARTA – Amerika Serikat mengambil langkah antisipasi serius menjelang gelaran Piala Dunia 2026 dengan memasang alat dan mekanisme pengujian Ebola di sejumlah bandara utama.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya virus Ebola ke wilayah AS saat jutaan pengunjung diperkirakan datang menghadiri turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid, Mehmet Oz, mengatakan seluruh fasilitas pengujian ditempatkan di bandara-bandara yang diperkirakan menjadi jalur utama kedatangan wisatawan internasional.
“Kami dengan sengaja telah memasang alat dan mekanisme pengujian di bandara-bandara utama… yang akan dilewati orang-orang,” kata Oz dalam konferensi pers Gedung Putih, Selasa (2/6/2026).
Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya diikuti 48 tim nasional. Turnamen tersebut digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Selain itu, Oz juga menyampaikan keyakinannya kepada Direktur Institut Kesehatan Nasional (NIH), Jay Bhattacharya, dalam mengawasi potensi ancaman kesehatan yang dapat muncul selama ajang olahraga global tersebut.
“Saya sangat percaya pada kemampuan Jay. Dia seorang ilmuwan brilian dan tahu banyak tentang virus… Dia orang yang berani yang akan mengambil keputusan yang tepat dan transparan,” lanjut Oz.
Kekhawatiran terhadap penyebaran Ebola meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 15 Mei menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga 31 Mei mencatat sedikitnya 210 kasus Ebola telah terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo dengan 17 kematian. Selain itu, sekitar 350 kasus suspek masih dalam proses penyelidikan.
Ebola merupakan penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penyakit ini dikenal sangat mematikan dengan tingkat kematian rata-rata sekitar 50 persen, bahkan pernah mencapai 90 persen pada beberapa wabah besar sebelumnya.
Dengan meningkatnya mobilitas global menjelang Piala Dunia 2026, Amerika Serikat berupaya memastikan turnamen berlangsung aman tanpa gangguan ancaman kesehatan lintas negara.


