HOLOPIS.COM, JAKARTA – Peabo Bryson meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah mengalami stroke beberapa hari sebelumnya. Penyanyi legendaris yang dikenal lewat lagu-lagu duet romantis itu mengembuskan napas terakhir pada Selasa (2/6) dikelilingi keluarga. Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang dibagikan kepada media.
“Kami sangat terharu atas curahan cinta, doa, dan dukungan dari penggemar, sahabat, serta rekan-rekan dari seluruh dunia,” tulis keluarga Peabo Bryson, dikutip Holopis.com, Rabu (3/6).
“Meski hati kami hancur, kami merasa terhibur karena mengetahui betapa Peabo dicintai dan bagaimana suaranya telah menyentuh begitu banyak kehidupan,” lanjut mereka.
Peabo Bryson dikenal luas sebagai salah satu penyanyi soul dan R&B paling ikonik, terutama lewat lagu-lagu duetnya yang populer pada era 1980-an hingga 1990-an. Namanya semakin mendunia setelah menyanyikan lagu Beauty and the Beast bersama Celine Dion pada 1991.
Lagu tersebut menjadi soundtrack utama film animasi Beauty and the Beast dan sukses besar di berbagai negara. Setahun kemudian, Bryson kembali mencetak sejarah bersama Regina Belle lewat lagu A Whole New World dari film Aladdin.
Lagu itu bahkan menjadi soundtrack film animasi pertama yang berhasil menempati posisi nomor satu di tangga lagu Billboard Hot 100.
Peabo Bryson lahir dengan nama Robert Peapo Bryson di Greenville, South Carolina, pada 1951. Dalam wawancara dengan Soul Magazine pada 1978, ia mengaku musik sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.
“Saya selalu menyukai musik. Itu satu-satunya hal yang benar-benar ingin saya jalani,” kata Bryson kala itu.
Sebelum sukses lewat soundtrack Disney, Bryson juga dikenal lewat sejumlah lagu hits seperti If Ever You’re in My Arms Again, Show & Tell, hingga Can You Stop the Rain. Pada 2017, Bryson sempat menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan Celine Dion dalam lagu Beauty and the Beast.
“Ketika Anda bernyanyi duet, kuncinya adalah bermain dengan kekuatan dan kelemahan pasangan duet Anda secara seimbang,” ujarnya.
Kepergian Peabo Bryson meninggalkan duka mendalam bagi penggemar musik dunia, khususnya generasi yang tumbuh bersama lagu-lagu romantis dan soundtrack Disney era 1990-an.


