JAKARTA – Pasar saham Indonesia dibuka positif pada perdagangan Senin (25/5/2026) pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Data perdagangan pagi ini menunjukkan IHSG berada di level 6.230,35 atau naik 68,30 poin setara 1,11 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Penguatan tersebut menjadi sinyal positif setelah pasar keuangan domestik sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir akibat sentimen global dan pelemahan mata uang rupiah.
Di saat yang sama, nilai tukar rupiah justru kembali tertekan. Kurs dolar Amerika Serikat pada Senin pagi tercatat berada di level Rp17.730 per dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dibanding posisi akhir pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp17.699 per dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan pasar keuangan Indonesia masih menghadapi dualisme sentimen. Di satu sisi, investor mulai kembali masuk ke pasar saham dan mendorong IHSG ke zona hijau. Namun di sisi lain, tekanan terhadap rupiah masih belum mereda.
Analis menilai penguatan IHSG hari ini dipicu aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan yang sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam. Sektor perbankan, energi, dan komoditas disebut menjadi penopang utama kenaikan indeks pada sesi awal perdagangan.
Selain itu, meredanya tekanan geopolitik global dan optimisme terhadap langkah stabilisasi pemerintah juga ikut membantu pemulihan sentimen pasar domestik.
Meski demikian, pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian serius pelaku pasar. Penguatan dolar AS global, kebutuhan devisa impor, serta arus keluar dana asing masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda.
Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mempertahankan momentum pemulihan pasar modal nasional.


