Donald Trump Ogah Buru-buru Soal Kesepakatan dengan Iran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut bahwa pemerintahannya sedang memasuki tahap akhir perundingan damai dengan Iran.

Bahkan, dalam pernyataannya pada Rabu (20/5), Donald Trump mengaku bersedia menunggu beberapa hari lagi untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

Kita sedang berada di tahap akhir perundingan dengan Iran. Kita lihat saja apa yang akan terjadi,” kata Donald Trump dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

“Kami entah akan mencapai kesepakatan atau mengambil beberapa tindakan yang kurang menyenangkan. Tetapi semoga hal itu tidak perlu terjadi,” imbuhnya.

Donald Trump mengeklaim dirinya tidak tergesa-gesa untuk menuntaskan perjanjian perdamaian dengan Iran. Bahkan, dia mengisyaratkan bahwa dirinya tidak akan mempertimbangkan untuk membuat kesepakatan terbatas yang hanya berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Kami akan memberikan kesempatan pada kesepakatan ini,” ujarnya.

- Advertisement -

“Saya tidak tergesa-gesa. Hanya karena pemilihan umum paruh waktu di depan mata, tidak berarti saya harus terburu-buru. Saya tidak tergesa-gesa,” tambahnya.

Donald Trump kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan via telepon yang sangat baik dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. Turkiye dipandang sebagai salah satu mediator kunci dalam negosiasi AS-Iran.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Rabu memperingatkan jika agresi AS dan Israel terhadap Iran terulang, perang akan meluas hingga melampaui kawasan Asia Barat.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan melalui unggahan di X bahwa memulai kembali perang dengan Iran hanya akan menghadirkan lebih banyak kejutan bagi AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan rentetan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer serta aset milik Israel dan AS di Timur Tengah.

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai akhirnya tercapai pada 8 April, diikuti satu putaran perundingan perdamaian di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 11 hingga 12 April, yang gagal menghasilkan kesepakatan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU