HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga saat ini masih terus berlangsung di sejumlah titik di Provinsi Riau.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana karhutla di Riau bahkan hingga saat masih menjadi salah satu kejadian menonjol nasional.
“Hingga saat ini luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (21/9).
Abdul memastikan penanganan dilakukan melalui operasi udara dan darat dengan dukungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.
Pada pelaksanaan operasi darat, tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.
“Selain itu, BNPB juga terus melaksanakan operasi udara untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah terdampak,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Selain itu, beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau sehingga berpotensi mengalami kekeringan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan PVMBG, serta segera melakukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan ancaman bencana. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” imbaunya.


