Terkuak! Sosok Anak Perwira Polisi yang Viral Bikin Lomba Rasis di Instagram, Ternyata Putri Kompol

1 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Identitas wanita berinisial L yang viral usai bikin lomba komentar rasis di Instagram akhirnya terkuak, ternyata putri seorang Kompol.

Jagat media sosial kembali dibuat heboh dengan viralnya seorang perempuan muda yang diduga menggelar lomba komentar rasis di Instagram.

Sosok tersebut kini mulai terkuak setelah pihak kepolisian memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku.

Perempuan berinisial L itu disebut merupakan anak dari dua anggota polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) di lingkungan Polda Jawa Tengah dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Fakta tersebut langsung memicu gelombang reaksi publik karena sebelumnya L sempat mengaku “kebal hukum” saat videonya viral di media sosial.

Kasus ini pertama kali mencuat pada awal Mei 2026. Akun Instagram bernama @redblood ramai diperbincangkan usai diduga membuat konten berisi lomba komentar bernada rasis.

- Advertisement -

Konten tersebut menyebar cepat di berbagai platform mulai dari Instagram, TikTok hingga X.

Banyak netizen menilai unggahan itu sudah melewati batas karena dianggap mengandung unsur penghinaan dan memicu ujaran kebencian di ruang publik digital.

Alih-alih meminta maaf setelah videonya viral, perempuan tersebut justru membuat publik makin geram.

Dalam potongan video yang beredar luas, L tampak menantang warganet untuk melaporkannya ke polisi.

“Apa-apa dikasusin, apa-apa dikasusin. Sayang yang akan menang saya, orangtua saya dua-duanya polisi dan bukan pangkat rendah. Anda mau ngambil foto dan video saya, terserah, laporin sana ke polisi, kebal hukum banst,” ucapnya dalam video viral tersebut.

Pernyataan itu langsung memantik kemarahan publik.

Banyak netizen mengecam sikap arogan yang dinilai mencoreng institusi kepolisian.

Bahkan tagar terkait kasus tersebut sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Tak butuh waktu lama, laporan terkait dugaan ujaran rasis itu akhirnya masuk ke Polda Jawa Tengah.

Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan terhadap perempuan berinisial L tersebut.

Kabid Humas Polda Jateng, Artanto membenarkan bahwa pihaknya sedang menangani kasus yang viral tersebut.

Dalam keterangannya, Artanto mengatakan bahwa hasil penyelidikan awal memang menemukan adanya dugaan lomba komentar rasis yang dilakukan anak seorang perwira polisi.

“Membenarkan bahwa dari hasil penyelidikan itu ada anak perwira polisi yang menggelar lomba komentar rasis,” kata Artanto dalam video yang diunggah akun X @Heraloebss, Selasa 19 Mei 2026.

Menurut Artanto, perempuan berinisial L diketahui sudah berusia di atas 18 tahun sehingga secara hukum dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.

Polda Jateng juga meluruskan informasi yang sempat beredar liar di media sosial.

Sebelumnya, banyak narasi menyebut L merupakan anak anggota Polrestabes Semarang.

Namun polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.

“Yang bersangkutan bukan anak dari Polrestabes Semarang, namun seorang anak dari anggota berpangkat Kompol di Polda Jawa Tengah dan Kompol di Akpol Polda Jawa Tengah,” lanjut Artanto.

Saat ini, L masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Direktorat Siber Polda Jawa Tengah.

Penyidik mendalami motif, aktivitas media sosial, hingga kemungkinan adanya unsur pidana dalam unggahan yang viral tersebut.

Kasus ini pun menjadi sorotan luas karena menyangkut isu sensitif seperti rasisme dan dugaan penyalahgunaan pengaruh keluarga aparat penegak hukum.

Banyak pihak meminta polisi bersikap profesional dan transparan dalam menangani perkara tersebut agar tidak menimbulkan kesan adanya perlindungan khusus.

Di media sosial, komentar netizen terus membanjiri berbagai unggahan terkait kasus ini.

Sebagian besar meminta agar proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Kalau orang biasa mungkin langsung ditangkap. Sekarang publik cuma mau lihat hukum benar-benar berlaku buat semua,” tulis salah satu netizen di X.

Komentar lain juga menyoroti ucapan “kebal hukum” yang dianggap sangat melukai rasa keadilan masyarakat.

“Yang bikin publik marah bukan cuma soal rasisnya, tapi kesan arogan merasa punya backing,” tulis akun lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap L masih belum diumumkan secara resmi oleh kepolisian.

Polda Jawa Tengah menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasil pendalaman akan disampaikan setelah penyelidikan selesai.

Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di media sosial bisa berdampak besar, terlebih jika menyangkut isu sensitif seperti ujaran rasis dan kebencian.

Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam menuntaskan perkara yang sudah terlanjur menyita perhatian nasional tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU