Primus Yustisio Blak-blakan Minta Gubernur BI Mundur Imbas Rupiah Anjlok, Netizen: Hati-Hati Bang..

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMPrimus Yustisio blak-blakan minta Gubernur BI mundur imbas rupiah anjlok. Netizen malah khawatir dan mengingatkan.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam rapat bersama Bank Indonesia (BI) viral di media sosial.

Dalam forum tersebut, ia secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap kinerja BI di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level terlemah di atas Rp17.600 per dolar AS.

Pernyataan itu kini ramai diperbincangkan karena dianggap sangat frontal, bahkan memicu respons beragam dari publik hingga netizen di media sosial.

Dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), Primus menyinggung langsung Gubernur BI Perry Warjiyo terkait kondisi rupiah yang terus tertekan.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan. Mungkin sudah saatnya Bapak mengundurkan diri. Tidak ada yang salah, selanjutnya terserah Bapak tentu saja,” ucap Primus dalam rapat tersebut.

- Advertisement -

Ia menekankan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar Amerika Serikat, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang lain seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, hingga euro dan rial.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi alarm serius bagi otoritas moneter karena berkaitan dengan tingkat kepercayaan terhadap ekonomi nasional.

“Kenapa rupiah kita ini lemah? Kita tidak bisa berdiam diri. Ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap Ringgit, terhadap Rial. Apalagi Hongkong, dolar, euro,” ujarnya.

Primus juga membandingkan nilai tukar euro pada awal 2000-an yang berada di kisaran Rp7.000, namun kini mendekati Rp19.000 hingga Rp20.000.

“Saya masih ingat, Pak, euro waktu awal-awal tahun 2006 itu Rp7.000 per euro. Sekarang hampir Rp19.000, hampir Rp20.000,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya masalah kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Dalam pandangannya, Bank Indonesia dinilai perlu melakukan evaluasi mendalam.

“Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitas. Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia harus gentleman, Pak,” tegasnya.

Dalam laporan ekonomi yang dibahas, tekanan terhadap rupiah tidak hanya dipicu faktor global seperti inflasi energi dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, tetapi juga faktor domestik seperti defisit transaksi berjalan dan arus modal keluar.

Pernyataan Primus Yustisio yang terbilang blak-blakan itu pun langsung memantik reaksi warganet di berbagai platform media sosial.

Banyak yang menyoroti keberaniannya berbicara di forum resmi, namun tak sedikit pula yang justru mengkhawatirkan keselamatannya setelah pernyataan tersebut viral.

Sejumlah komentar netizen ramai beredar dan ikut memperkeruh suasana diskusi di ruang digital.

“@Triii: aduh bang primus semoga pulang nya tetep aman ya,” tulis salah satu netizen.

“@Queen Vella: takut banget ada anomali nyiram air keras,” komentar akun lainnya yang ikut viral.

Sementara itu, akun lain menyoroti aspek keamanan secara lebih serius.

“@ASPtama: Apalagi kalo ga salah beliau naik transum, harus lebih hati hati,” tulisnya.

Reaksi-reaksi tersebut menunjukkan bahwa pernyataan Primus tidak hanya memicu diskusi soal ekonomi dan kebijakan moneter, tetapi juga berkembang menjadi perhatian publik terkait keamanan dan risiko yang mungkin timbul di balik sikap kritis yang ia sampaikan di ruang terbuka.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU