JAKARTA – Deputi Ekonomi Kreatif DPP Partai Demokrat Hasbil Mustaqim Lubis menyatakan sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak nilai tukar dolar Amerika Serikat yang dinilai tidak terlalu berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat desa.
Menurut Hasbil, kondisi tersebut dapat dilihat dari masih rendahnya ketergantungan masyarakat terhadap barang konsumsi impor dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya sepakat apa yang disampaikan Presiden Prabowo, kurs dolar hari ini tidak terlalu berdampak di desa,” kata Hasbil dalam keterangannya yang diunggah di akun X pribadi @Hasbil_Lbs, Minggu (17/5/2026).
Ia menjelaskan berdasarkan data yang ada, angka impor barang konsumsi seperti buah, daging, pakaian, sepatu, ponsel, laptop, hingga kosmetik dan produk perawatan kulit masih berada di kisaran 9 persen.
Namun demikian, Hasbil mengakui terdapat beberapa komoditas tertentu yang masih sangat bergantung pada impor, salah satunya kedelai.
“Berdasarkan data yang ada, impor bahan konsumsi misalnya buah, daging, baju dan sepatu, ponsel, laptop, kosmetik dan skincare, angkanya baru 9 persen. Kecuali pada kedelai, 90 persen impor,” ujarnya.
Hasbil menilai pelemahan rupiah terhadap dolar justru memberikan keuntungan bagi sektor ekspor nasional. Ia menyebut nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan signifikan dan turut menghasilkan surplus perdagangan yang besar.
“Justru kurs dolar hari ini menguntungkan ekspor Indonesia. Nilai total ekspor Indonesia tercatat sebesar USD282,91 miliar atau meningkat 6,15 persen secara tahunan,” katanya.
“Kinerja ini memberikan surplus neraca perdagangan sebesar USD41,05 miliar,” sambungnya.
Ia juga meyakini pemerintah terus bekerja menjaga keseimbangan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tekanan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas lima persen menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi nasional masih terjaga dengan baik.
“Saya percaya semua selalu diperhatikan secara detail, semua selalu bekerja keras menjaga keseimbangan, dan yang terpenting ekonomi kita tetap tumbuh di atas 5 persen di tengah dinamika global,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prabowo menyebut anjloknya nilai tukar rupiah tidak berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di pedesaan yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Prabowo di sela-sela peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026. Mulanya dia menyinggung pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya, karena rupiah terus melemah.
“Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?,” kata Prabowo.
Prabowo meminta agar publik tidak terlalu mengkhawatirkan pergerakan rupiah terhadap dolar yang sering menjadi sorotan. Menurutnya, masyarakat di daerah pedesaan tidak menggunakan mata uang asing tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua umum Partai Gerindra itu menegaskan kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah kepanikan global.
“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujarnya.

