HOLOPIS.COM, BERAU – Objek wisata alam Telaga Biru Tulung Ni Lenggo di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, terus memikat perhatian wisatawan berkat keindahan dan kemurnian ekosistemnya yang terjaga.
Destinasi yang terletak di kawasan pesisir selatan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini menyuguhkan pesona danau air tawar alami yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan lindung.
Daya tarik utama dari objek wisata ini terletak pada tingkat transparansi airnya yang sangat luar biasa, di mana air danau memancarkan gradasi warna biru kehijauan yang menyejukkan mata.
Secara etimologi, nama destinasi ini diambil dari bahasa lokal masyarakat pesisir Berau, di mana kata “Tulung” berarti lubuk atau telaga, sementara “Ni Lenggo” merujuk pada nama tokoh penemu lokasi tersebut.
Sebelum dikembangkan secara masif sebagai destinasi unggulan, telaga alami yang sunyi ini dahulunya hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menyalurkan hobi memancing ikan secara tradisional.
Upaya penataan dan eksplorasi yang lebih terstruktur baru dimulai sejak Januari 2017, ketika masyarakat sadar wisata mulai membuka akses jalan dan mengelola kawasan ini secara komunal.
Keunikan visual yang paling dicari oleh fotografer dan wisatawan adalah keberadaan dahan-dahan pohon kuno berukuran raksasa yang tenggelam di dasar telaga dan dapat dilihat jelas dari permukaan.
Selain dahan pohon purba, kejernihan air yang menyerupai kaca ini juga memudahkan pengunjung untuk mengamati langsung pergerakan berbagai biota air tawar yang hidup di dalamnya.
Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini dapat menikmati keasrian alam sekitar dengan memanfaatkan berbagai fasilitas ramah lingkungan yang disediakan oleh badan usaha kampung.
Pengelola menyediakan sarana rekreasi air bebas polusi seperti perahu kano kayu dan sepeda air, yang memungkinkan pengunjung menjelajahi sudut-sudut telaga tanpa merusak ekosistem.
Bagi pengunjung yang ingin bersantai di tepian danau, terdapat fasilitas terapi ikan alami di mana ikan-ikan kecil akan mendekat dan memberikan sensasi pijatan lembut pada kaki.
Berkat konsistensi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas pelayanan, objek wisata Kampung Tembudan ini berhasil menembus kurasi 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2024.
Pemerintah setempat juga memberlakukan aturan ketat yang melarang penggunaan kendaraan bertenaga mesin di atas air demi mencegah terjadinya pencemaran zat kimia pada ekosistem danau.
Langkah pelestarian ini sangat krusial mengingat Danau Tulung Ni Lenggo tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, melainkan juga menjadi cadangan sumber air minum utama warga Kampung Tembudan.
Objek wisata alam ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dengan aksesibilitas jalan darat yang sudah sangat memadai dari pusat ibu kota Kabupaten Berau.

