Kenapa Pecinta Buku Suka Mencium Aroma Buku? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, kebiasaan unik para pecinta buku kembali ramai dibahas di media sosial, salah satunya soal aroma buku yang dianggap menenangkan dan bikin ketagihan.

Banyak pembaca mengaku suka mencium bau buku baru maupun buku lama sebelum mulai membaca. Bahkan tidak sedikit yang merasa aroma buku menjadi bagian dari pengalaman membaca itu sendiri.

Meski terdengar sepele, kebiasaan ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan senyawa kimia, cara otak memproses aroma, hingga hubungan bau dengan memori manusia.

1. Aroma Buku Berasal dari Senyawa Kimia pada Kertas

Bau khas buku muncul dari proses pelepasan senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC) yang terdapat pada kertas, tinta, dan lem.

Kertas buku umumnya dibuat dari kayu yang mengandung selulosa dan lignin. Seiring waktu, lignin akan terurai dan menghasilkan aroma khas yang sering diasosiasikan dengan bau buku.

Pada buku lama, proses penguraian ini biasanya lebih kuat sehingga aromanya terasa lebih “hangat” dan khas dibanding buku baru.

- Advertisement -

2. Buku Baru dan Buku Lama Punya Aroma Berbeda

Aroma buku baru biasanya berasal dari tinta cetak, bahan pelapis kertas, dan proses produksi modern. Sementara pada buku lama, aroma yang muncul lebih dipengaruhi proses oksidasi alami dan penguraian bahan kimia di dalam kertas selama bertahun-tahun.

Karena itu, banyak orang merasa buku lama memiliki aroma yang lebih lembut dan nostalgik dibanding buku baru yang cenderung lebih “tajam”.

3. Otak Manusia Sangat Terhubung dengan Aroma

Indra penciuman memiliki hubungan langsung dengan bagian otak yang mengatur emosi dan memori, yaitu sistem limbik. Karena itu, aroma tertentu sering memicu rasa nyaman, nostalgia, atau perasaan emosional tertentu secara spontan.

Hal inilah yang membuat aroma buku dapat memberi efek menenangkan bagi sebagian orang, terutama jika mereka memiliki pengalaman emosional yang berkaitan dengan membaca sejak kecil.

4. Membaca dan Rasa Tenang Bisa Saling Berkaitan

Banyak pecinta buku juga mengasosiasikan aroma buku dengan suasana tenang seperti perpustakaan, kamar tidur, atau waktu santai. Akibatnya, otak secara tidak langsung menghubungkan bau buku dengan rasa nyaman dan relaksasi.

Fenomena ini mirip seperti seseorang yang merasa tenang saat mencium aroma kopi atau hujan karena berkaitan dengan pengalaman tertentu di masa lalu.

5. Fenomena Ini Ternyata Cukup Umum

Kebiasaan menyukai aroma buku ternyata bukan hal aneh dan cukup umum ditemukan di komunitas pembaca di berbagai negara.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa manusia memang cenderung memiliki respons emosional tertentu terhadap aroma yang berkaitan dengan kenangan dan pengalaman personal.

Karena itu, bagi pecinta buku, aroma buku bukan hanya soal bau kertas semata, tetapi juga pengalaman sensorik yang berkaitan dengan memori, emosi, dan kenyamanan saat membaca.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU