RPI Minta Aparat Dengar Omongan Prabowo, Jangan Ada Lagi Intimidasi pada Masyarakat

3 Shares

JAKARTA – Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang disebut mengultimatum Kapolri dan Panglima TNI agar tidak ada lagi aparat yang melakukan tindakan represif dan penindasan terhadap rakyat.

Fernando menegaskan, masyarakat berharap aparat TNI dan Polri benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan hukum.

“Tentunya harapan semua pihak bahwa TNI dan Polri berpihak kepada masyarakat secara jujur dan tidak ada berpihak kepada kegiatan yang bertentangan dengan hukum,” ujar Fernando dalam keterangannya kepada Holopis.com, Sabtu (16/5/2026).

Ia juga menyoroti dugaan intimidasi dan tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil, termasuk terhadap pejuang HAM (Hak Asasi Manusia) yang juga wakil koordinator bidang eksternal KontraS, Andrie Yunus. Termasuk juga soal insiden pembubaran kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi” oleh sejumlah aparat militer di beberapa daerah di Indonesia.

“Juga tidak ada aparat yang menyalahgunakan jabatan untuk melakukan intimidasi dan bahkan melakukan teror kepada masyarakat seperti terhadap pejuang HAM Andrie Yunus atau membubarkan kegiatan menonton bersama film Pesta Babi,” sambungnya.

Fernando menilai, apabila Presiden Prabowo serius dengan komitmennya untuk menghentikan tindakan represif aparat, maka hal tersebut harus dibuktikan melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan politik.

- Advertisement -

“Kalau memang Prabowo serius terhadap pernyataannya tersebut, seharusnya meminta sidang para tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dilakukan di Pengadilan Umum dan dilakukan pemecatan,” ujarnya.

Ia berharap Presiden tidak hanya menyampaikan janji atau pernyataan tanpa implementasi nyata di lapangan. Sekaligus ia meminta agar aparat penegak hukum dan keamanan di Indonesia benar-benar bisa patuh pada komando Kepala Negara tersebut untuk menunjukkan loyalitas dan patuh perintah komando Presiden sebagai Panglima tertinggi di Republik Indonesia.

“Saya berharap Prabowo serius melaksanakan apa yang diucapkan atau dijanjikan, jangan hanya omon-omon saja,” pungkas Fernando.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa di tengah-tengah pidatonya dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Presiden Prabowo Subianto turut memberi peringatan keras kepada seluruh aparat negara, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, agar benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat dan menegakkan hukum secara adil.

“Semua aparat dari yang tertinggi sampai terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat,” ucapnya.

Ia juga mengultimatum Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar jangan sampai ia mendengar lagi ada aparat yang bermain-main dalam penegakan hukum maupun melindungi pelanggaran tertentu.

“Saya tidak mau dengar lagi, Panglima TNI, Kapolri, ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam,” tegas Prabowo.

Presiden juga menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar sehingga harus dijaga dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat luas.

“Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU