JAKARTA, HOLOPIS.COM – Viral di X! Pengakuan Sri Bintang Pamungkas soal ‘kaum Sodom’ di Istana memicu heboh publik, nama SBY ikut terseret dalam perdebatan panas.
Media sosial X (Twitter) kembali dihebohkan oleh cuplikan video wawancara aktivis senior Sri Bintang Pamungkas (SBP) yang menyinggung istilah “kaum Sodom” di lingkungan Istana.
Video berdurasi sekitar 2 menit 20 detik itu viral setelah diunggah akun @AnKiiim_ pada 8 Mei 2026 dan langsung memicu perdebatan luas di kalangan warganet.
Dalam video tersebut, Sri Bintang menyampaikan sebuah klaim berdasarkan percakapan tidak langsung yang disebut berasal dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
Pernyataan itu kemudian dikaitkan dengan dugaan adanya “penyimpangan moral” di lingkaran kekuasaan pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, hingga saat ini tidak ada bukti resmi atau konfirmasi dari pihak terkait yang mendukung klaim tersebut.
Dalam potongan wawancara yang diambil dari kanal YouTube POPOLE TV berjudul “Kesaksian SBP Tentang Kaum Sodom Masuk Istana” (diunggah 3 Mei 2026), Sri Bintang menceritakan bahwa ia pernah menerima informasi melalui pesan singkat (SMS) yang dikaitkan dengan Nazaruddin saat masa pelariannya ke luar negeri.
Ia menyebut bahwa dalam pesan tersebut terdapat pernyataan mengenai dugaan “penyimpangan” di lingkungan kekuasaan saat itu.
Namun, istilah yang digunakan dalam video memicu kontroversi karena dianggap menyentuh isu sensitif terkait tuduhan orientasi seksual terhadap tokoh politik.
Penting dicatat, klaim tersebut merupakan narasi sepihak yang disampaikan dalam bentuk kesaksian lisan dan belum pernah diverifikasi melalui dokumen, rekaman, maupun konfirmasi langsung dari pihak Nazaruddin maupun SBY.
Sejak video itu menyebar di X, tagar terkait Sri Bintang dan Istana sempat ramai diperbincangkan.
Sebagian warganet menanggapi dengan kritik keras, menyebut pernyataan tersebut sebagai fitnah politik yang berpotensi memicu kegaduhan publik.
Namun, ada juga pengguna media sosial yang menganggap pernyataan tersebut sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dan kritik terhadap kekuasaan, meskipun tetap menyoroti perlunya bukti konkret.
Akun @AnKiiim_ yang pertama kali mengunggah potongan video itu menuliskan komentar bernada satir yang turut mempercepat penyebaran konten tersebut.
Dalam waktu singkat, video tersebut memperoleh ribuan tayangan dan ratusan repost di berbagai platform.
Dalam narasi yang disampaikan Sri Bintang, nama Muhammad Nazaruddin kembali muncul sebagai sumber informasi.
Sosok ini sebelumnya dikenal publik sebagai mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi proyek Hambalang dan pernah menjadi buronan sebelum ditangkap di luar negeri.
Namun, keterkaitan Nazaruddin dalam klaim terbaru ini tidak disertai bukti tambahan yang dapat diverifikasi.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Nazaruddin yang mengonfirmasi isi klaim tersebut.
Sementara itu, pihak Susilo Bambang Yudhoyono juga belum memberikan tanggapan terkait viralnya video tersebut.
Isu ini kembali memicu diskusi publik mengenai batas antara kritik politik, opini pribadi, dan potensi penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh klaim yang beredar dalam video tersebut masih berada dalam kategori pernyataan sepihak.
Tidak terdapat bukti dokumenter, rekaman, maupun konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebut dalam narasi tersebut.
Sri Bintang Pamungkas sendiri dikenal sebagai aktivis senior yang kerap menyampaikan kritik tajam terhadap pemerintah dari berbagai era.
Namun, sejumlah pernyataannya di masa lalu juga sering menuai kontroversi di ruang publik.



