HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesian Cheer Association (ICA) resmi bergabung sebagai anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam Rapat Anggota KOI 2026 yang digelar di Fairmont Hotel Jakarta, Sabtu (9/5).
Keputusan tersebut disahkan langsung oleh Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, dan menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga cheerleading di Indonesia.
Keanggotaan ICA di KOI dinilai sebagai langkah strategis yang membuka peluang lebih luas bagi atlet cheerleading Indonesia untuk tampil di level internasional, termasuk dalam agenda olahraga yang berada di bawah naungan Olimpiade.
Bergabungnya ICA juga mempertegas posisi cheerleading sebagai cabang olahraga prestasi yang terus berkembang secara profesional di Tanah Air.
Ketua Umum ICA, Dian Anggraini, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang pembinaan atlet, pelatih, dan juri yang telah dilakukan secara konsisten selama hampir 20 tahun terakhir.
Menurutnya, pengakuan dari KOI menjadi bukti bahwa cheerleading bukan sekadar hiburan, melainkan olahraga yang membutuhkan disiplin, kemampuan teknis, dan sportivitas tinggi.
“Bergabungnya ICA ke dalam keluarga besar KOI adalah pengakuan nyata bahwa cheerleading adalah olahraga prestasi yang menuntut disiplin dan sportivitas tinggi. Ini adalah pintu gerbang bagi atlet kita untuk mewujudkan mimpi membela Merah Putih di panggung Olimpiade,” ujar Dian Anggraini dalam keterangan pers yang diterima oleh Holopis.com.
Langkah ICA sejalan dengan kebijakan International Olympic Committee (IOC) yang telah mengakui International Cheer Union (ICU) sebagai induk organisasi resmi cheerleading dunia sejak 2021.
ICA sendiri merupakan satu-satunya organisasi di Indonesia yang menjadi anggota resmi ICU, sehingga memiliki legitimasi untuk menjalankan pembinaan olahraga cheerleading sesuai standar internasional.
Sekretaris Jenderal ICA, Diamant Yakhsyaa, bersama Ketua Bidang Program dan Pembinaan ICA, Dewanda Dwi Putera, memaparkan perjalanan organisasi tersebut dalam membangun ekosistem cheerleading nasional sejak 2007.
ICA disebut aktif melakukan pelatihan teknik aman, sertifikasi pelatih dan juri, hingga pengembangan atlet di berbagai daerah.
Selama perjalanannya, ICA telah menyelenggarakan Kejuaraan Nasional selama 15 tahun berturut-turut. Organisasi ini juga tercatat empat kali mengikuti kejuaraan dunia dengan capaian prestasi yang cukup membanggakan, di antaranya peringkat ketiga dunia kategori double hip hop pada 2023 serta posisi kesembilan dunia untuk kategori team cheer coed premier pada 2016.
Tidak hanya aktif di kompetisi internasional, ICA juga beberapa kali menjadi tuan rumah kejuaraan cheerleading tingkat internasional selama enam tahun terakhir.
Saat ini, organisasi tersebut telah memiliki 14 perwakilan provinsi dengan total lebih dari 1.400 atlet aktif dari berbagai kelompok usia.
Masuknya ICA ke dalam struktur resmi KOI diharapkan dapat mempercepat perkembangan cheerleading di Indonesia, baik dari sisi pembinaan, kompetisi, hingga dukungan pemerintah terhadap atlet dan pelatih.
Kehadiran cheerleading di bawah payung KOI juga menjadi simbol berkembangnya olahraga modern yang inklusif dan diminati generasi muda Indonesia.


