HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (26/4) menyatakan bahwa Washington tidak akan lagi mengirim delegasi untuk melakukan perundingan dengan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News. Ia menegaskan bahwa inisiatif komunikasi kini berada di pihak Teheran.
“Jika mereka (pihak Iran) ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami,” ujar Trump, dikutip Holopis.com, Senin (27/4).
Ia juga menyinggung efisiensi diplomasi, dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi mengirim utusan untuk perjalanan panjang tanpa kepastian hasil.
“Jika mereka mau, kita bisa bicara. Namun, kami tidak akan mengirim orang untuk menempuh perjalanan selama 18 jam hanya untuk bertemu,” katanya.
Meski demikian, Trump menyampaikan penghargaan terhadap Pakistan yang selama ini menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad. Ia memastikan bahwa Pakistan tetap memiliki peran dalam proses tersebut. Trump kembali menegaskan posisi AS terkait isu nuklir Iran.
“Jadi jika mereka mau, mereka bisa menelepon kami. Namun sekali lagi, mereka tahu apa yang harus ada dalam kesepakatan. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai langkah dan tekanan dari AS justru memperburuk situasi dan menghambat peluang negosiasi lanjutan.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Minggu pagi waktu setempat, ia menyebut tindakan Washington telah merusak kepercayaan. Ia juga menegaskan bahwa upaya diplomasi tidak dapat berjalan seiring dengan peningkatan tekanan.
Menurutnya, pendekatan tersebut mengganggu atmosfer yang diperlukan untuk melanjutkan proses perundingan antara kedua negara.


