HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memandang serius ancaman ekologis dari ledakan populasi ikan sapu-sapu yang kian merusak keseimbangan lingkungan perairan ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersiap mengambil langkah strategis dengan menggelar rapat khusus dalam waktu dekat.
Langkah ini bukan sekadar respons biasa. Pemprov DKI ingin menjadikan penanganan ikan invasif ini sebagai gerakan terkoordinasi lintas wilayah. Upaya dengan melibatkan seluruh wali kota di Jakarta.
Pram bilang dalam waktu dekat, ia akan rapat bersama seluruh wali kota. “Karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, untuk menangani ini,” kata Pram saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa.
Masalah ikan sapu-sapu bukan sekadar gangguan visual di sungai atau waduk. Populasi yang terus meningkat mulai memberikan dampak serius terhadap ekosistem air tawar di Jakarta.
Menurut Pram, ikan yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki daya tahan tinggi dan sifat invasif yang membahayakan.
“Mereka sangat kuat dan menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya,” ujar Pram.
Ia menyebut ikan sapu-sapu itu juga merusak struktur tanggul. Sebab, ikan sapu-sapu membuat sarang di dinding tanah atau beton di pinggir aliran air.
“Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” jelas Pram.
Pemprov DKI sebenarnya sudah mulai langkah konkret. Penanganan ikan sapu-sapu di kawasan Plaza Indonesia disebut sebagai salah satu contoh keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan ini.
Upaya ini diharapkan jadi model awal sebelum diterapkan lebih luas di seluruh wilayah Jakarta.
Pram menyampaikan keinginan agar Jakarta bisa jadi contoh nasional dalam pengendalian ikan invasif.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung lama, termasuk di aliran Sungai Ciliwung.
Setelah dilakukan penangkapan dan pembersihan, ikan sapu-sapu tidak langsung dibuang sembarangan.
Ia menjelaskan, ikan-ikan tersebut dibawa ke fasilitas khusus di wilayah Ciganjur untuk penanganan lebih lanjut.
“Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air,” kata Hasudungan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...