HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lawang Sewu yang terletak di Semarang, Jawa Tengah tidak hanya dikenal sebagai situs bersejarah bergaya kolonial, tetapi juga salah satu tempat dengan cerita mistis yang paling terkenal di Indonesia.
Gedung ini sering menjadi magnet bagi para pemburu pengalaman supranatural karena deretan kisah horor yang tak pernah habis dibicarakan masyarakat luas.
Salah satu cerita yang sempat menghebohkan publik datang dari pengalaman nyata seorang pria bernama Adi Purwantoro. Saat menghadiri sebuah pameran di Lawang Sewu, Adi mengambil beberapa foto di depan bangunan tersebut bersama rekan-rekannya.
Dari lima foto yang diambil, empat terlihat normal. Namun, satu foto menunjukkan sesuatu yang tak seharusnya ada yakni dua bayangan samar berdiri di belakangnya padahal saat foto diambil tidak ada orang di sana.
Foto tersebut kemudian diperlihatkan kepada Mbah Bejo, sang juru kunci Lawang Sewu, yang meyakini bahwa bayangan itu bukan sekadar gangguan optik, tetapi kemungkinan merupakan sosok gaib, bahkan diduga arwah tentara Jepang yang tewas di masa lalu ketika gedung itu pernah digunakan sebagai markas militer.
Adi mengaku, sejak awal saat memasuki Lawang Sewu ia sudah merasa ada yang “berbeda”. Bukan hanya sebatas rasa takut, tetapi perasaan waspada seolah-olah ada yang mengamati.
Kepercayaan mengenai sosok hantu yang tampak pada foto kemudian diperkuat dengan cerita masyarakat yang datang ke Lawang Sewu yang mengaku merasakan suasana yang berbeda sejak pertama kali memasuki area bangunan.
Fenomena-fenomena semacam ini menjadi bagian dari cerita mistis yang terus berkembang di balik arsitektur klasik gedung tua ini.
Lawang Sewu sendiri memiliki sejarah panjang yang juga memberi ruang bagi spekulasi mistis. Di masa penjajahan Jepang, area bawah tanah gedung ini digunakan sebagai tempat penahanan dan penyiksaan, yang kemudian menjadi latar cerita penampakan dan suara-suara misterius menurut para pengunjung di tempat ini.
Hingga kini, kisah foto hantu di Lawang Sewu tetap menjadi salah satu legenda urban yang sering disebut ketika membahas tempat-tempat angker di Indonesia. Bagi sebagian orang, ini hanyalah mitos yang dibesar-besarkan. Namun bagi yang lain ini menjadi alasan kuat untuk waspada terhadap hal-hal yang tak terlihat.


